Komentar soal Masyarakat Miskin, Sri Mulyani: Lebih Pilih Beli Rokok daripada Makanan Tahu-Tempe dan Ayam

photo author
Galung Triko, Liputan Bekasi
- Jumat, 4 November 2022 | 15:24 WIB
Rokok menjadi konsumsi yang sering oleh masyarakat miskin  Sumber foto: davidhammond.ca
Rokok menjadi konsumsi yang sering oleh masyarakat miskin Sumber foto: davidhammond.ca

LIPUTANBEKASI.COM – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Kembali berkomentar soal perilaku masyarakat Miskin

Komentar itu ia utarakan saat berencana menaikkan bea cukai rokok

Hal itu berdasarkan alasan ‘masyarakat miskin’ yang lebih suka beli rokok daripada makanan bergizi

Seperti Ayam, dan tahu-tempe. Menurutnya, "Dengan mempertimbangkan, pertama, bahwa untuk menurunkan prevalensi anak-anak yang merokok untuk menuju kepada target RPJM yaitu 8,7 persen,"

Ujarnya dalam Keterangan Pers Menteri Keuangan terkait Kebijakan Cukai Tembakau, di Istana Bogor pada 3 November 2022.

Selain itu, rokok merupakan komsumsi terbesar rumah tangga miskin masyarakat miskin yang menempati urutan kedua

Baca Juga: Netflix Secara Resmi Mengkonfirmasi The Sandman akan Kembali

"Yang kedua, mengingat bahwa konsumsi rokok merupakan konsumsi kedua terbesar dari rumah tangga yaitu mencapai 12,21 persen untuk masyarakat miskin perkotaan dan 11,63 persen untuk masyarakat pedesaan," Ucapnya.

"Dan ini adalah kedua tertinggi sesudah beras, bahkan melebihi konsumsi protein seperti telur dan ayam serta tahu serta tempe yang merupakan makanan-makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat," tambahnya.

kemudian, rokok juga merupakan salah satu risiko peningkatan penderita stunting dan hingga kematian,

oleh karena itu, dengan menaikkan cukai diharapkan masyarakat bisa mengurangi konsumsi rokok

"Juga diketahui bahwa rokok telah menjadi salah satu resiko untuk meningkatkan risiko stunting dan juga kematian,

"Di sisi lain, kita selama ini sudah menaikkan cukai rokok di dalam rangka untuk mengendalikan baik konsumsi maupun produksi rokok," kata Menkeu tersebut.

Pemerintah pun memutuskan untuk menaikkan cukai rokok, sehingga harganya akan lebih sulit dijangkau untuk dibeli

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X