Komisi X DPR RI kunjungi Kabupaten Bekasi untuk Meninjau dari Sektor Pendidikan

photo author
Rahmat Fauzy, Liputan Bekasi
- Sabtu, 19 Maret 2022 | 15:00 WIB
Komis X DPR RI berkunjung ke Kabupaten Bekasi untuk masalah pendidikan (Foto : Prokopim Pemkab Bekasi)
Komis X DPR RI berkunjung ke Kabupaten Bekasi untuk masalah pendidikan (Foto : Prokopim Pemkab Bekasi)

LIPUTANBEKASI.COM - Komisi X DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) berkunjung ke Kabupaten Bekasi pada Jumat, 18 Maret 2022.

Kedatangan Komisi X DPR RI ke Kabupaten Bekasi merupakan kunjungan kerja secara spesifik persoalan Pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Komplek Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.

Dedy Supriyadi mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu cara untuk menjembatani aspirasi sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Kekuatan Netizen Indonesia, Dalam Waktu 24 Jam Bisa Memenuhi Challenge Aleix Espargaro

Hal yang paling penting ialah pembahasan Kurikulum Merdeka yang merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Dikutip LiputanBekasi.com dari laman berita bekasikab.go.id, “Kami Pemda Kabupaten Bekasi, menerima dengan baik kunjungan ini. Sekaligus bisa memberi masukan atau mendengarkan berbagai aspirasi dari para pimpinan sekolah terkait pembahasan hari ini,” ujar Dedy Supriyadi .

Diwaktu yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda berujar, di Kabupaten Bekasi sampai saat ini belum menyelenggarakan kurikulum merdeka.

Baca Juga: Persikasi Kabupaten Bekasi Juara Group B di Piala Nasional Soeratin U-17 Polda Jawa Timur

Karena hal tersebut diperuntukkan bagi sekolah penggerak.

Walaupun 100 Kepala Sekolah sudah lulus seleksi calon Kepala Sekolah gelombang kedua untuk sekolah penggerak, tetapi belum melaksanakan program pelatihan dan pendidikannya.

“Di kami memang belum menyelenggarakan kurikulum tersebut, karena untuk sekolah penggerak ya walaupun sudah ada 100 kepala sekolah yang lulus tapi mereka belum melaksanakan pelatihan dan pendidikan,” ucap Carwinda.

Baca Juga: KUA Sukatani Lakukan Program Bimwin Catin, Ma’mun Nawawi : Program Ini Perlu untuk Menekan Kasus Perceraian

Seperti yang diketahui, Kurikulum Merdeka merupakan upaya dari Kemendikbudristek untuk memberikan peluang atau sarana untuk mengejar ketertinggalan dari perkembangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Ia berharap, Kabupaten Bekasi dan sekolah lainnya bisa menyesuaikan untuk menyelenggarakan kurikulum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X