nasional

Gunung Api Dempo Ternyata Memiliki Dua Puncak!

Sabtu, 7 Januari 2023 | 20:05 WIB
Gunung Api Dempo (Sumber: sumselprov. go. id)

LIPUTANBEKASI.COM - Gunung Api Dempo merupakan salah satu gunung api di Pulau Sumatera yang secara fisiografi berada di antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumai. 

 
Secara administratif kawasan Gunung Api Dempo termasuk dalam Provinsi Sumatera Selatan.
 
Gunung Api Dempo mempunyai dua puncak, yaitu Gunung Api Dempo dan Gunung Api Merapi, letaknya sejajar arah Barat Laut - Tenggara. 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Tinggi puncak Gunung Merapi di sekitar rumah seismograf dengan menggunakan GPS system 1200 – Leica berketinggian ± 3.181,7 m. 
 
Sedangkan Gunung Dempo sendiri puncaknya pada posisi 103°08’ BT dan 04°02’ LS, berketinggian 3.049 m dpl. 
 
Desa terdekat adalah Bukit Timur, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat dan Afdeling II di Perkebunan Teh Dempo, Kotamadya Pagar Alam, ± 5 km dari Gunun Api Dempo. 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Sejarah letusan Gunung Api Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21 kejadian, dengan selang waktu kejadian antara 1 – 34 tahun. 
 
Letusan terakhir terjadi pada tahun 2009, status kegiatan Gunung Api Dempo dinaikan dari status Normal (Level I) menjadi status Waspada (Level II) pada tanggal 1 Januari 2009 pukul 16.00 WIB.
 
Sejarah letusan Gunung Api Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21 kejadian, letusan terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009 pukul 10:45:51 WIB. 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Status kegiatan Gunung Api Dempo dinaikkan dari status Normal (Level I) menjadi status Waspada (Level II) pada tanggal 1 Januari 2009 pukul 16.00 WIB.
 
Frekuensi letusan tidak teratur, periode istirahat dan periode letusan tidak tetap, jangka waktu terpendek periode istirahat adalah satu tahun sedangkan periode terpanjang adalah 26 tahun. 
 
Karakter letusan Gunung Api Dempo merupakan Letusan Freatik yang umumnya berlangsung secara tiba-tiba dan dalam waktu
singkat. 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Sifat letusan Gunung Api Dempo adalah selalu mengeluarkan lumpur belerang, piroklastik, dan air dari danau kawah cukup membahayakan bagi daerah sekitarnya. 
 
Dampak bahaya letusan umumnya bersifat lokal dan tersebar di sekitar pusat letusan. 
 
Karakter Letusan Gunung Api Dempo adalah Letusan freatik danau kawah, diiringi dengan banjir lumpur atau lahar letusan, dan hujan.
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Pemantauan aktivitas Gunung Api Dempo menggunakan seismograf PS-2 sistem telemetri, seismometer L4-C dipasang di atas bibir kawah Marapi – 
 
Gunung Api Dempo, atau berada pada posisi 04º 00’ 55,38442” LS dan 103º 07’ 40,67851” BT dengan ketinggian 3.181 m dpl. 
 
Alat perekam gempa dipasang di Pos PGA Gunung Api Dempo yang berada di Desa Margo Mulyo, Kelurahan Dempo Makmur. 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
Letaknya tepat di Kecamatan Pagar Alam Utara, Kotamadya Pagar Alam, atau pada koordinat 4º 01’ 27,75275” LS dan 103º 11’ 16,29083” BT dengan ketinggian 1.073 m dpl
 
Dalam usaha untuk memperkecil risiko bencana bila terjadi letusan Gunung Api Dempo, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah melakukan pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana. 
 
Berdasarkan bentang alam (morfologi dan topografi), sifat kegiatan gunung api dan penyebaran bahan letusan masa lampau, maka Kawasan Rawan Bencana gunung api Dempo dibagi 3, yaitu: 
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
1. Kawasan Rawan Bencana III
 
Kawasan Rawan Bencana III adalah daerah yang diperkirakan dapat terlanda langsung oleh material letusan gunung api, seperti awan panas, lelehan lava, jatuhan batu pijar dan hujan abu lebat. 
 
Daerah KRB ini meliputi daerah berbentuk lingkaran dengan radius 1 km dari pusat letusan. 
 
Karena densitasnya yang besar, lontaran abu (pijar) tidak dipengaruhi oleh arah angin dan kecepatan sehingga memiliki kecenderungan terlontarkan ke segala arah.
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
2. Kawasan Rawan Bencana II
 
Kawasan Rawan Bencana II adalah kawasan yang berpotensi terlanda hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) dalam radius 3 km dari pusat erupsi. 
 
Sebaran batu erupsi yang berasal dari material jatuhan sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin.
 
Baca Juga: Wuling Formo Max Sudah Bisa Dipesan: Harga 160 Jutaan, Apa Yang Istimewa Darinya? SimakSelengkapnya
 
3. Kawasan Rawan Bencana I 
 
Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi tertimpa hujan abu dan kemungkinan dapat tertimpa material lontaran batu (pijar) dalam radius 8 km dari pusat letusan. 
 
Banyak penduduk yang bermukim di sekitar kaki Gunung Api Dempo karena tanahnya subur dan ada juga yang bekerja sebagai buruh perkebunan. 
 
Tapi banyak di antara mereka yang tidak menyadari bahwa mereka berada dalam daerah bahaya dan waspada Gunung Api Dempo.***

Tags

Terkini