LiputanBekasi.com – Kondom merupakan salah satu alat yang berfungsi mencegah kehamilan pada wanita dewasa yang telah melakukan hubungan intim.
Di Indonesia, kondom diperjual belikan secara bebas di apotek dan minimarket yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Meskipun masih dianggap tabu, pendidikan sex dan pembekalan mengenai manfaat kondom tetap harus diberikan kepada masyarakat luas agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sex education merupakan ilmu yang cukup penting namun terkadang masih disepelekan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Beberapa Cara Agar Tidur Lebih Nyenyak, Waktu Tidur Sama!
Dilansir dari unggahan salah satu pengguna Instagram, @froyonion, menurutnya pendidikan seks masih tabu dikalangan masyarakat Indonesia karena menurut sebagian besar masyarakat hal ini dinilai akan mengarah ke arah pornografi dan konten dewasa.
Padahal yang sebenarnya terjadi, anak-anak pada usia remaja pernah mempelajari hal ini di sekolah.
Pelajaran dasar yang diterima adalah dalam mata pelajaran biologi, khusus bab alat reproduksi.
Dengan banyaknya masyarakat yang berpikir bahwa sex education akan membuat anak berbuat hal tidak senonoh, maka kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan pun semakin besar.
Misalnya saja kasus HIV yang meningkat beberapa waktu lalu di wilayah Jawa Barat.
Hal itu terjadi karena selain kurangnya pendidikan seks, juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan penggunaan alat kontrasepsi yang sebenarnya mampu mencegah penyakit menular seks.
Karena sekali tertular, tidak hanya diri sendiri yang dirugikan, namun juga bisa menular kepada pasangan dan anak yang masih menyusui.
Sangat disayangkan, terkadang keingintahuan anak yang akan pendidikan seks lebih detail, justru tidak didukung oleh orang tua yang justru memberikan gambaran mengerikan kepada anak mereka.
Akhirnya karena hasrat ingin tahu yang memuncak, sang anak mencari tau sendiri dengan tanpa arah dan bahkan bisa sampai melakukan seks bebas.