Baca Juga: Resep Buttermilk Fried Chicken Dengan Buttermilk Buatan Sendiri
Gempa bumi juga dapat diartikan sebagi peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dalam bumi yang secara tiba-tiba ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Hingga saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi menggunakan berbagai macam teknologi. Namun kekuatan gempa bumi dapat diukur menggunakan Seismometer, sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi adalah Skala Richter.
Gempa bumi dengan skala Richter dibawah 3 biasanya tidak dapat dirasakan, namun besar gempa bumi yang mencapai sekitar 7 skala richter dapat dipastikan dapat menimbulkan potensi kerusakan yang serius.
Selain karena kekuatannya, tingkat kerusakan akibat gempa bumi juga diukur dari seberapa luas daerah yang terjadi gempa bumi. Kedalaman gempa bumi yang terjadi dipermukaan bumi juga berpengaruh terhadap potensi destruktifnya.
Baca Juga: Cadas Pangeran, Jalan Raya Sejuta Misteri Sering Memakan Korban Jiwa Di Kawasan Sumedang Jawa Barat
Semakin dekat dengan permukaan tanah maka gempa bumi semakin berpotensi memiliki sifat destruktif yang lebih besar.
Indonesia sendiri termasuk negara yang paling sering terjadi gempa bumi. Bahkan terdapat beberapa kasus gempa bumi di Indonesia yang dibarengi dengan jenis bencana lainnya seperti gunung meletus dan tsunami.
Sedangkan di dunia, sejarah gempa bumi terbesar terjadi di Jepang pada tahun 2011 dengan besar skala 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo.
Faktor Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Baca Juga: Anime Mushoku Tensei, Cek Sinopsis Dan Link Nonton nya - Pelopor Anime Genre Isekai Pertama
Lempeng yang bergerak
Gempa bumi banyak terjadi akibat pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan adanya lempengan yang bergerak.
Semakin tekanan membesar dan mencapai kondisi dimana tekanan tidak bisa ditahan lagi oleh pinggiran lempengan.
Maka terjadilah gempa bumi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut dan paling parah dapat terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional.