nasional

Tanggapi Ceramah Oki Setiana Dewi, Atalia: Jangan Diam Hadapi Kekerasan

Sabtu, 5 Februari 2022 | 14:45 WIB
Potret Atalia Praratya. Atalia dalam postingannya mengajak agar masyarakat terutama perempuan jangan diam jika mengalami KDRT. (Instagram/ataliapr)

LIPUTANBEKASI.COM - Video viral ceramah ustadzah Oki Setiana Dewi yang sempat viral beberapa hari lalu kembali mendapat tanggapan.

Kali ini, Atalia Praratya istri dari Gubernur Jawa Barat ikut memosting tanggapannya di media sosial Instagram pribadinya.

Video yang semula diunggah oleh akun TikTok @okisetianadewi13 itu kemudian diunggak ke media sosial Twitter oleh akun @NUGarisLucu.

Unggahan @NUGarisLucu ini pun langsung menjadi ramai dan mendapat tanggapan beragam dari warganet hingga menjadi viral.

Baca Juga: Rekomendasi Hadiah Valentine Murah untuk Orang Terkasih, Langsung Baper

Dikutip LIPUTANBEKASI.COM dari PikiranRakyat.com dengan judul artikel "Buntut Video Viral Oki Setiana Dewi, Atalia Ungkap Data KDRT: Kekerasan adalah Kekerasan".

Sebelumnya video yang saat ini telah dihapus tersebut dianggap sebagai upaya normalisasi KDRT oleh berbagai pihak.

Video dakwah tersebut menuai banyak hujatan warganet hingga sempat trending di Twitter pada Rabu Februari 2022 yang lalu.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Valentine

Tak ketinggalan, Atalia Praratya istri Gubernur Jawa Barat ikut memposting ajakan untuk tidak diam saat menghadapi KDRT di akun Instagram pribadinya @ataliapr.

Postingan yang diunggah pada Sabtu, 5 Februari 2022 tersebut memuat headline besar berwarna kuning yang mengatakan ‘Kekerasan adalah Kekerasan.’

Postingan tersebut juga mengungkap data KDRT yang terjadi sepanjang tahun 2021 yang lalu.

Baca Juga: Kenapa Valentine Identik dengan Memberi Hadiah Coklat atau Bunga?

“Data KDRT yang terlaporkan pada tahun 2021 sebanyak 964 kasus (58,9%) dari 1.634 kasus kekerasan. (Simfoni PPA)” ungkap Atalia dalam caption postingan Instagram @ataliapr seperti dikutip Pikiran-rakyat.com pada Sabtu 5 Februari 2022.

Dikutip dari layanan Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PP) tercatat ada 8000 aduan terkait tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak periode tahun 2021.

Halaman:

Tags

Terkini