nasional

4 Hari Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Sudah Tak Bernyawa Dipelukan Cucunya yang Berumur 3 Tahun

Minggu, 3 Oktober 2021 | 21:03 WIB
Police Line

LIPUTAN BEKASI - Pada 30 September 2021 warga di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan berusia 64 tahun yang berinisialkan OJT.

Mayat OJT ditemukan oleh warga bersamaan dengan cucunya yang berusia tiga tahun.

Begini kesaksian beberapa warga yang telah dirangkum oleh liputanbekasi.com

1. Korban tidak pernah keluar selama 4 hari

AKP Rio Mikael Tobing selaku Kapolses Kelapa Gading mengatakan, adanya kasus tersebut bermula dari laporan seorang tetangga yang mencium bau busuk disekitaran lokasi kejadian.

Baca Juga: Jangan Lupakan Hal ini! Tragedi di Bulan Oktober, Ada Bom Bali serta Kesaktian Pancasila

Setelah mendengar kabar tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi tempat dan memeriksa korban dengan keadaan tidak bernyawa.

“Kondisi rumah dalam keadaan terkunci. Ketika kami melakukan pemanggilan tapi enggak direspon, lalu kami lakukan pendobrakan," tutur Rio sebagai saksi saat ditemui ditempat kejadian.

"Ketika kami dobrak, kamu menemukan pemilik rumah dalam keadaan tidak bernyawa,”tambah Rio.

Menurut Rio sebagai saksi ditempat kejadian, korban sudah 4 hari tidak pernah keluar rumah.

Tetanggapun merasa aneh dan curiga sehingga langsung melapornya kepada ketua RW setempat.

“Karna beberapa hari korban tidak keluar rumah. Korban bertemu dengan tetangga sekitar 4 hari yang lalu,” katanya.

Baca Juga: Piala Sudirman 2021 : Anthony Ginting Terima Kekalahan Indonesia Dari Malaysia

2. Cucunya ditemukan oleh warga dalam kondisi yang memprihatinkan

Rio sebagai saksi mata mengatakan, jasad OJT ditemukan dalam keadaan berbaring tidur bersamaan dengan seorang cucu.

Pada saat itu cucunya yang berinisial J tidur ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi yang memprihatinkan dalam keadaan tidak berpakaian.

“Ya, kondisi cucu saat kami temukan dalam keadaan telanjang, terlihat kotor dan tidak terawatt dan sudah kami evakuasi ke puskesmas untuk menerima perawatan,” ucap Rio.

Nenek OJT hanya tinggal bersama dengan cucunya dirumah tersebut.

“Korban diduga meninggal akibat penyakit TBC yang dideritanya. Jenazahpun akhirnya dibawa ke RSCM untuk diperiksa lebih lanjut” tambah Rio.

Baca Juga: Viral!! Pria Menikah dengan Rice Cooker

2. Saksi curiga dan mencium aroma busuk

Tika sebagai ketua RT 006 mengatakan, awalnya merasa curiga karena mencium aroma busuk serta melihat tong sampah dalam keadaan kosong.

Rumah ketua RT 006 itu persis berdekatan disebelah rumah korban.

“Saya cium bau busuk, terus curiganya tempat sampah kok kosong, biasanya dia sering pesan makan pakai ojek online. Tapi ini enggak ada, biasa pagi-pagi ada,” ucap Tika.

Tika mengaku dirinya terakhir kali berdialog dengan korban pada Minggu 26 September 2021.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Bicara Tentang Calon Panglima Pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto

Dan tika pada saat itu mendengar tangisan seorang anak laki-laki yang berada didalam rumahnya, pada Selasa 28 September 2021.

“Iya dengar tangisan, sekitar jam 11, habis itu udah enggak lagi,” Ucapnya.

Rasa penasaran Tikapun semakin bertambah ketika ada petugas yang memberikan uang pension kerumah korban, namun tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam rumahnya.

Kekhawatirannya mengantarkan Tika untuk melapor ke ketua RW, serta meminta kepada petugas keamanan untuk melakukan pengecekan kedalam rumahnya.

4. Kondisi cucunya yang berinisial J cukup baik saat dibawa ke puskesmas

Diah Anggraini selaku Kepala Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading menyatakan, kondisi cucunya itu cukup baik pada saat dibawa ke Puskesmas.

“Saat ini kondisinya baik, stabi, mau makan, mau minum. Kita ketemunya baru hari ini juga, hasil pemeriksaan dari Puskesmas kondisinya baik saat ini,” Ucap Diah, di Puskesmas Kelapa Gading, pada Kamis sore.

Baca Juga: 57 Pegawai KPK yang Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan Resmi Dipecat 30 September 2021

Diah mengatakan, pihak yang terkait kemudian mengobservasi kepada cucunya yang berinisial J itu.

“Pas datang kita periksa tanda vitalnya bagus, tidak ada dehidrasi, masih kita observasi. yang pasti sudah dibersihkan,  sudah ditangani, lagi kita observasi, tapi saat ini kondisinya baik,” tambah Diah.

Diah akui tidak bisa memberikan penjelasn lebih dalam lagi, dikarenakan anak laki-laki yang berusia 3 tahun itu belum bisa berkomunikasi dengan jelas dan baik. Dikarenakan usianya yang masih terbilang anak-anak.

Selanjutnya, dari pihak keluarga J menjemputnya di Puskesmas Kelapa Gading

Baca Juga: Denny Sumargo Laporkan Mantan Manajer Dengan Dugaan Penipuan, Kerugian Lebih Dari 700 Juta rupiah  

5. J dijemput pihak keluarganya

Flora sebagai tantenya menjemput J di Puskesmas Kelapa Gading pada Kamis sore 29 September 2021, pukul 19.30 WIB.

“Saya sebagai wakil keluarga sangat bersyukur karna bisa menyelesaikan keadaaan ini dengan sangat baik,” ucap Flora.

“Rencananya akan saya rawat sendiri di rumah saya daerah Pamulang,” lanjutnya.

Tantenya mengatakan, J memang tinggal bersama neneknya dari sejak kecil, Ibu J telah meninggal dunia pada Agustus lalu.

“Dia memang sudah dari kecil tinggal bersama neneknya. Orang tua dari anak ini tidak ada, jadi harus saya yang rawat,”tambah Flora.***(Siti Ika Fatmawati)

 

Tags

Terkini