nasional

Geger Jukir di Jalan Genteng Besar Surabaya Minta Bayar Tunai, Padahal Kawasan Parkir Digital Wajib QRIS

Sabtu, 18 April 2026 | 11:11 WIB
Jukir minta uang parkir padahal di area parkir digital di Surabaya. ((Instagram/maulanaa.md))

LIPUTAN BEKASI - Video adu mulut antara seorang pemotor dan juru parkir (jukir) di Jalan Genteng Besar, Surabaya, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram @maulanaa.md pada Jumat, 17 April 2026 dan langsung menarik perhatian publik.

Dalam video, pemotor terlihat berhenti di area gerai UMKM dan dimintai uang parkir oleh seorang pria.

“Pemerintahnya tegas, warganya juga harus berani,” tulis pengunggah dalam keterangan video.

Baca Juga: Rumah Terkunci dan Bertrelis, 5 Korban Tewas dalam Kebakaran Hebat di Tanjung Duren Jakarta Barat

Pemotor dan jukir kemudian terlibat perdebatan saat diminta membayar parkir sebesar Rp2.000 secara tunai.

Jukir tersebut mengaku pembayaran bisa digabung dengan transaksi pembelian sempol karena uangnya akan dibagi.

“Ini QRIS Rp2.000 sama aja, QRIS sempol sama aja, saya bagi ke sempol,” ucap jukir saat ditanya soal QRIS resmi.

Pemotor menolak dan meminta pembayaran dilakukan melalui QRIS parkir sesuai aturan yang berlaku.

“Loh, QRIS itu diberikan pada petugas parkir, Pak. Petugas parkir pakai rompi, pakai QRIS,” kata pemotor dalam video.

“Saya warga Surabaya, saya ikut aturan Surabaya, Pak. Tulisannya lho parkir digitalisasi,” sambungnya.

Pemotor juga menunjukkan papan informasi yang menyatakan kawasan tersebut merupakan area parkir digital.

“Ini sepanjang Jalan Tunjungan, nggak ada QRIS ya nggak bayar, nggak pakai rompi juga. Ikut aturan Pak Wali Kota,” tegasnya.

Jukir berdalih bahwa QRIS miliknya sudah diambil sehingga tidak bisa digunakan untuk pembayaran parkir.

Halaman:

Terkini