Segini Kekuatan Militer Australia, Berani Karena Banyak Sekutu?

photo author
Andini P., Liputan Bekasi
- Sabtu, 14 Januari 2023 | 20:41 WIB
banyak isu-isu yang mengkait-kaitkan antara Indonesia dengan Australia
banyak isu-isu yang mengkait-kaitkan antara Indonesia dengan Australia
LIPUTANBEKASI.COM - Belakangan ini kita sering sekali mendengarkan isu-isu yang mengkait-kaitkan antara Indonesia dengan Australia.
 
Sebenarnya tidak ada yang salah, mungkin belakangan isunya berhembus kencang gara-gara ramalan dari Nostradamus yang mengatakan kalau kedua negara ini bakal saling berseteru di tahun 2037 nanti.
 
Beberapa waktu lalu, delapan nelayan NTT ditangkap oleh otoritas Canberra karena melanggar batas-batas wilayah antar kedua negara, gara-gara hal ini masyarakat adat NTT menjadi marah karena merasa Pulau Pasir masih merupakan batas wilayah Indonesia.
 
 
Mereka meminta Australia untuk menunjukkan bukti yang kuat untuk mengklaim Pulau Pasir jika benar-benar milik mereka.
 
Masih tidak puas mereka juga mengirim gugatan ke pengadilan Internasional atas sengketa ini. Dalihnya karena kuburan leluhur rote termasuk artefak yang ada disana.
 
Australia bukan mengklaim sembarangan karena pada kenyataannya negara ini memang berhak atas pulau yang tidak berpenghuni, kecil, serta cuma diisi dengan karang dan pasir.
 
 
Bukan tanpa alasan negara yang berada di bagian selatan bumi ini mengklaim Pulau Pasir, mereka mempunyai MOU antara Indonesia dan Australia di tahun 1974 yang salah satu isinya tentang Pulau Pasir.
 
Tapi, kalau mau dibahas kebelakang sebenarnya Indonesia dan Australia sudah pernah bermasalah di tahun 2000-an, permasalahan yang menjadi polemik-polemik yang besar akibat penggabungan Timor Timur ke Indonesia.
 
Australia dituding sebagai biang dibalik usaha Timor Timur untuk melepaskan diri dari Indonesia, media massa Australia memanfaatkan hal itu untuk diliput dan disebarluaskan.
 
 
Mereka hampir memakai seluruh pers Australia yang berpengaruh buat melaksanakan kampanye untuk mengecam penggabungan Timor Timur dengan Indonesia.
 
Seandainya negara kangguru ini menegur media massanya, mungkin negara kita tidak akan marah. Tetapi sebaliknya Australia membiarkan media massanya untuk menyebarkan aspirasinya.
 
Jadinya Indonesia merasa Australia tidak bersahabat dan mendukung kelompok anti Indonesia.
 
 
Tapi apakah mereka sangat berpengaruh sampai bisa mempengaruhi situasi negara lain atau mereka mempunyai kekuatan yang menakutkan.
 
Berdasarkan data yang dimiliki Global Fire Power, negara ini mempunyai 59.000 personil aktif dan 20.000 personil cadangan. Itu berarti total personil mereka mencapai 79.000 orang.
 
Masih dilansir dari Global Fire Power, untuk memanfaatkan kekuatan yang lumayan besar, negara ini mempunyai tank sebanyak 59 unit dan juga kendaraan lapis baja sebanyak 1.765 unit untuk menjaga kedaulatan negara.
 
 
Belum cukup sampai situ, Australia juga menyediakan artileri sebanyak 54 unit. Dengan jumlah yang banyak ini Anthony Albanese selaku Perdana Menteri berharap bisa untuk mempertahankan kedaulatan negara.
 
Dan yang terakhir dibeli dan menjadi milik Australia ialah tank tempur berjenis M1A1 Abrams AIM. Tank ini diproduksi oleh Amerika Serikat dipatok dengan harga 6,21 juta US dollar atau setara dengan Rp9,6 miliar per unitnya.
 
Yang harus diwaspadai negara lain engga cuma personil dan persenjataannya saja, Australia merupakan negara persemakmuran Inggris yang tentunya punya banyak sekutu.
 
Apalagi Australia juga merupakan anggota Mitra NATO, seperti yang kita tahu jika salah satu anggotanya diganggu maka puluhan anggota lainnya akan bertindak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X