Menjelang Tahun Baru, Tanah Arab Mulai Diselimuti Salju! Ternyata ini Penyebabnya

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Kamis, 29 Desember 2022 | 19:19 WIB
Potret Wilayah yang Diselimuti Salju (Sumber: Instagram)
Potret Wilayah yang Diselimuti Salju (Sumber: Instagram)
LIPUTANBEKASI. COM - Menjelang pergantian tahun baru, pegunungan Al-Jabal dan Alkan di Provinsi Tabuk di barat laut Arab Saudi mulai di selimuti salju
 
Warga masih menunggu peningkatan hujan salju, yang diperkitakan terjadi dalam beberapa hari mendatang, menurut pengamat cuaca
 
Fahd Al-Tarfawi, seorang fotografer Saudi yang tidak melewatkan kesempatan ini, mengatakan kepada Arab News bahwa dia bergegas ke daerah bersalju pada Minggu. 
 
Dan mulai mendokumentasikan hujan salju tersebut. Dia mencatat bahwa dia masih menunggu curah hujan salju yang lebih besar. 
 
Hal ini menggambarkan kondisi saat ini sebagai permulaan yang tak dapat diabaikan. 
 
 
Pemandu wisata Ahmed Al-Omrani memaparkan bahwa kepada Arab News bahwa salju mulai turun pada Minggu 25 Desember di pagi hari. 
 
Namun, belum mencapai level yang biasanya. Dia memastikan, salju mulai menutupi wilayah Alkan yang diselimuti salju pada waktu-waktu tersebut setiap tahun, selain wilayah Jabal Al-Lawz yang terkenal. 
 
Lalu, apa yang menyebabkan salju bisa turun di tanah Arab Saudi? Begini penjelasan ilmiahnya yang perlu Anda simak. 
 
Fenomena ini tentu tidak terjadi begitu saja. Penyebab salju bisa turun karena letak geografis bukit Jabal al-Lawz. 
 
Lokasi wilayaj Jabal al-Lawz berada di ketinggian 750 meter dan berjarak sekitar 193 kilometer dari Laut Merah.
 
Disebabkan petak geografis itulah yang mempengaruhi cuaca di Tabuk saat musim panas dan musim dingin tiba. 
 
Untuk musim panas sendiri berlangsung selama 4,4 bulan, mulai dari periode tanggal 20 Mei sampai 1 Oktober.
 
Sedangkan musim dingin berlangsung selama 2,9 bulan, mulai dari 29 November sampai 25 Februari dengan suhu tertinggi harian rata-rata di bawah 22 derajat celcius.
 
Suhu paling dingin terjadi dalam setahun di Tabuk adalah pada bulan Januari, dengan rata-rata suhu terendah 5 derajat celcius dan tertinggi 18 derajat celcius. 
 
 
Bahkan di waktu-waktu tertentu bisa mencapai di bawah 0 derajat celcius. Wah! Suhu seperti itu sudah cukup membuat manusia jadi beku! 
 
Sehingga suhu di bawah 0 derajat celcius, terutama ketika malam hari, itu membuat cuaca di Jabal al-Jawz bisa berubah menjadi salju.
 
Adapun suhu minimum yang tercatat di wilayah utara Arab Saudi yang berbatasan dengan Yordania, termasuk Tabuk, adalah -12 derajat celcius, terjadi pada tahun 1950. 
 
Ketika itu turun hujan salju yang signifikan dan ketebalan salju sekitar 1 inci atau 2,6 cm.
 
Namun sejak 1950, salju tak pernah turun lagi di wilayah tersebut, sebelum akhirnya fenomena itu kembali terjadi pada 14 Februari 2016. 
 
Dilanjut pada 18 Februari 2021, dan terakhir pada 1 Januari 2022 . 
 
Banyak netizen yang menanggapi postingan tersebut. Salah satunya mengomentari tanggapan netizen lain. 
 
Dikutip dari beberapa unggahan komentar akun Instagram netizen yang memberi tanggapan pada komentar tersebut. 
 
" Pada komentar tanda-tanda kiamat. Dari dulu kota Tabuk tiap tahun kalau musim dingin pasti turun salju karena kotanya dekat dengan Jordan dan Surya. " Tulis komentar akun @feyshakinatun57
 
"Harus seneng atau takut ya, karena yang tertulis di Al-Qur'an semakin nyata. " @zulfahwulan_17
 
"Perbanyak ibadah meski gak ada yang tau kapan datangnya tapi udah dikeluarin tanda-tandanya. " @dzunee23 ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X