Gas Ladang Karish, Israel Akan Bantu Eropa Atasi Krisis Energi

photo author
Brama Samudera Jurnalista, Liputan Bekasi
- Rabu, 2 November 2022 | 23:27 WIB
Perdana Menteri Israel Yair Lapid Sumber Foto: Reuters
Perdana Menteri Israel Yair Lapid Sumber Foto: Reuters
LIPUTANBEKASI.COM - Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyampaikan produksi gas kami akan bantu Eropa mengatasi krisis energi, Minggu (30/10/2022).
 
Dikutip dari Midle East Monitor, “Memproduksi gas dari ladang Karish akan menurunkan biaya energi di Israel dan akan mengubah Israel menjadi pemasok energi regional. (Ladang Karish) ini akan membantu Eropa menangani krisis energi,” kata Lapid.
 
Hal ini diucapkan Lapid setelah menandatangani perjanjian batas wilayah maritim dengan Lebanon.
 
Menyatakan puas dengan kesepakatan yang disetujui, Michel Aoun sebelumnya telah menyatakan bahwa Lebanon tidak akan melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.
 
Sebagai pengingat, kedua negara sebetulnya pernah terlibat konflik terbuka pada 2006.
 
Namun dengan penjaga perdamaian PBB berpatroli di perbatasan.
 
 
Diskusi berfokus pada area yang disengketakan seluas 860 kilometer persegi, sesuai dengan klaim Lebanon yang terdaftar di PBB pada tahun 2011.
 
Beirut kemudian meminta daerah itu diperluas lagi seluas 1.430 kilometer persegi, yang mencakup bagian dari ladang gas Karish.
 
Namun menurut Israel, Karish berada dalam zona ekonomi eksklusifnya yang diakui oleh PBB.
 
Kelompok Hizbullah Lebanon sempat mengancam akan menyerang Israel jika negara tersebut melakukan eksplorasi gas di Karish.
 
Presiden Aoun mengatakan kesepakatan wilayah perbatasan laut ini diharapkan bisa mencegah terjadinya perang dengan Israel. 
 
Sedangkan status penuh untuk perbatasan di wilayah selatan akan diselesaikan melalui perundingan, dalam sebuah wawancara pra rekaman pada Kamis, 27 Oktober 2022.
 
 Keberhasilan terjadinya kesepakatan ini ditengahi oleh Amerika Serikat.***
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X