Arti dari Imlek, berkaitan dengan perayaan tahun baru warga Indonesia keturunan Tionghoa

photo author
Nabila Putri Prayudi, Liputan Bekasi
- Jumat, 20 Januari 2023 | 16:27 WIB
Imlek berkaitan dengan perayaan tahun baru warga Indonesia keturunan Tionghoa, disebut juga dengan Lunar New Year atau Chinese New Year
Imlek berkaitan dengan perayaan tahun baru warga Indonesia keturunan Tionghoa, disebut juga dengan Lunar New Year atau Chinese New Year
LIPUTANBEKASI.COM - Imlek di tahun 2023 akan datang pada Minggu, 22 Januari 2023.
 
Arti dari Imlek berkaitan dengan perayaan tahun baru, makanya Imlek sering juga disebut dengan Tahun Baru Imlek.
 
Imlek, atau Tahun Baru Imlek, merupakan suatu perayaan yang begitu dinantikan oleh warga Indonesia keturunan Tionghoa.
 
Kata Imlek yang sering kita dengar, faktanya bukanlah nama yang sebenarnya dari perayaan tahun baru Tiongkok.
 
Kata Imlek terdiri dari dua kata dalam Bahasa Hokkien, yaitu Im dan Lek.
Im artinya bulan, sementara Lek artinya penanggalan.
 
Oleh karena itu, Imlek memiliki arti kalender (penanggalan) bulan.
Istilah ini lebih dikenal dalam Bahasa Inggris, yang sering menyebut Tahun Baru Imlek sebagai Lunar New Year.
 
 
Istilah Tahun Baru Imlek hanya digunakan oleh orang Indonesia.
Orang-orang Barat biasanya menyebut Tahun Baru Imlek, yang merupakan momen pergantian tahun baru China, sebagai Chinese New Year.
 
Orang-orang Tiongkok menyebutnya dengan istilah lain, yaitu "Guo Nian" atau "Xin Jia" yang berarti lewati bulan atau bulan baru.
Sejak 4.000 tahun yang lalu, perayaan Tahun Baru Imlek sudah diadakan.
 
Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai dari hari ke-1 ketika bulan pertama muncul di awal tahun musim semi, lalu berakhir pada hari ke-15 saat bulan purnama muncul.
 
 
Akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek biasa disebut dengan Cap Go Meh.
 
Ketergantungan pada munculnya bulan inilah yang menyebabkan Tahun Baru Imlek berbeda dengan perayaan tahun baru yang tiap tahunnya diadakan pada tanggal yang sama, yaitu 1 Januari.
 
Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek biasanya dilangsungkan selama 15 hari, mengikuti pergerakan bulan.
 
Satu hari sebelum hari raya Imlek, atau tepat pada hari raya tersebut, warga Indonesia keturunan Tionghoa harus melakukan pemujaan terhadap leluhur.
 
 
Pemujaan terhadap leluhur yang dimaksud adalah bersembahyang kepada leluhur seperti yang dilakukan pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur) dan memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama leluhur).
 
Itulah arti dari Imlek yang berkaitan dengan perayaan tahun baru warga Indonesia keturunan Tionghoa, berikut kapan dan apa yang dilakukan pada saat perayaan tersebut.***
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X