LIPUTANBEKASI.COM - Air merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan di bumi ini, termasuk kehidupan manusia.
Air dibutuhkan untuk kesehatan tubuh seperti minum, mandi, bahkan untuk mencuci pakaian, kendaraan dan bahan makanan.
Jika tidak ada air dalam kehidupan, maka kondisinya tentu akan tandus, gersang, kering dan habislah sudah segala bentuk kehidupan di muka bumi ini.
Baca Juga: Daerah Yang Jarang Dihuni Manusia, Berikut Fakta Tentang Siberia
Bahkan tumbuhan sekalipun membutuhkan air untuk keberlangsungan pertumbuhan mereka dan zat lain yang kemudian diangkut oleh akarnya.
Akan tetapi, pernahkah kamu merasa penasaran darimana air berasal dan bisa ada bahkan dalam jumlah yang sangat berlimpah di planet bumi ini?
Mari kita putar waktu ke 4,4 miliar tahun yang lalu untuk mengetahuinya.
Ketika itu, bumi diperkirakan baru saja terbentuk dan kondisinya masih sangat panas sehingga tidak ada satupun makhluk yang hidup di dalamnya.
Bagi ilmuwan, masa itu dikenal dengan era Eon Hadean dimana permukaan bumi ini masih berupa bebatuan leleh yang sangat amat panas.
Meskipun panas dan penuh bebatuan, ternyata di bumi pada saat itu sudah ada komponen pembentuk air yaitu Hidrogen dan Oksigen.
Ketika kerak bumi memadat dan membentuk bebatuan, segala aktivitas tektonis dan vulkanis pun ikut meradang.
Gunung-gunung berapi aktif yang ada di bumi kala itu meletus dan mengeluarkan banyak sekali gas termasuk uap air sehingga membentuk atmosfer.
Ketika uap air ini mencapai udara, terjadilah kondensasi (perubahan wujud benda dari uap menjadi cair) yang kemudian mengantarkan uap tersebut menjadi hujan.
Inilah hujan pertama yang menyirami bumi. Menurut ilmuwan yang meneliti, hujan pertama ini diperkirakan turun selama beberapa ribu tahun.
Durasi hujan yang cukup lama ini membuat adanya cekungan pada permukaan bumi yang kemudian bisa mengalirkan air dan membentuk sungai.