Kapan bayi bisa diberikan air putih? Simak penjelasan berikut risiko bila diberikan sebelum waktunya!

photo author
Muhammad Fauzi LB, Liputan Bekasi
- Minggu, 25 Desember 2022 | 14:05 WIB
 Ilustrasi bayi (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi bayi (Pexels/Pixabay)

LIPUTANBEKASI.COM - Setiap orang, tak terkecuali bayi, pasti merasa haus jika dilanda cuaca panas atau tidak diasupi air selama sekian waktu.

Namun, bayi berbeda dengan orang-orang di atas dua tahun yang segera meminum air putih hangat atau dingin apabila merasa haus.

Bagaimanapun juga, bayi tetap dipastikan untuk terhidrasi dengan cara pemberian minum yang tepat.

Saat usia bayi belum mencapai enam bulan, Bunda tetap bisa berikan ASI atau susu formula.

Baca Juga: Sejarah Suku Aztec: Terkenal Sadis Karena Ritual Pengorbanan Manusia

Tujuannya adalah bayi senantiasa mendapatkan nutrisi dan tetap terjaga kesehatannya.

Jika tetap meminumi bayi air putih, ia akan mengalami risiko sebagai berikut:

1. Penyapihan dini

Kaum ibu akan selalu menyusui atau memproduksi ASI berdasarkan permintaan bayi itu sendiri.

Dengan kata lain, hal tersebut bergantung pada seberapa sering bayi menyusu atau ibu memompa ASI-nya.

Jika tetap berikan air putih kepada bayi di bawah enam bulan, maka Bunda seakan-akan dengan tidak sengaja memberi sinyal kepada tubuh untuk menghasilkan lebih sedikit ASI.

Hal itu dapat memicu penyapihan dini yang tidak diinginkan pada bayi.

2. Infeksi atau diare

Air putih mungkin saja tidak higienis, terlebih untuk bayi di bawah enam bulan.

Jika Bunda berikan air yang tidak terjamin kebersihannya, bayi akan mudah terserang berbagai penyakit, seperti gangguan sistem pencernaan, infeksi, dan diare.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Rekomendasi

Terkini

X