LIPUTANBEKASI.COM - Ular merupakan salah satu hewan yang paling berbahaya.
Pasalnya, ular memiliki racun atau bisa yang mengancam keselamatan mangsanya.
Walau merupakan hewan yang berbahaya, tidak semua jenis ular yang memiliki racun dan mengakibatkan sesuatu yang fatal bagi manusia.
Ular menggigit mangsanya, terutama manusia, bukanlah tanpa sebab.
Baca Juga: Steve Jobs mengirim email ke dirinya sendiri setahun sebelum kematiannya
Sebab utama ular berbuat demikian karena merasa terganggu atau terancam dengan keberadaan manusia.
Banyak manusia yang berburu atau mengambil, bahkan membunuh ular berbisa untuk kepentingan tertentu.
Namun, tak sedikit pula manusia yang tidak memiliki niat itu.
Tak peduli menyentuh hewan tersebut atau tidak, ular tetap memangsa manusia jika merasa terganggu.
Akhir-akhir ini, seorang asisten Panji Petualang asal Sukabumi, Jawa Barat bernama Alprih Priyono, meninggal dunia karena tergigit ular king cobra saat melakukan penyelamatan.
Selain Alprih, banyak orang telah menjadi korban keganasan hewan berjenis reptil tersebut.
Saat tergigit ular, khususnya jenis kobra, seseorang mula-mula akan merasakan nyeri di area gigitan.
Di samping itu, seseorang akan mengalami diare, mual, gangguan penglihatan, peningkatan detak jantung, dan mati rasa atau kesemutan.
Jika tidak ditangani dengan segera, gejala-gejala tersebut berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mencegah gigitan ular, terutama bagi Anda yang bekerja di bidang pertanian, pertambangan, maupun perkebunan.