Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah yang perlu kamu ketahui

photo author
Siti Nur Janah, Liputan Bekasi
- Jumat, 30 September 2022 | 20:21 WIB
Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah yang perlu kamu ketahui
Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah yang perlu kamu ketahui

LiputanBekasi.com - Darah rendah dan kurang darah adalah kondisi medis yang memiliki gejala yang hampir mirip tetapi sebenarnya berbeda. Tak heran jika sering kali keduanya dianggap sama. 

Padahal, jika dilihat dari pengertian, penyebab dan cara mengobatinya, darah rendah dan kurang darah merupakan jenis gangguan kesehatan yang berbeda. Darah rendah disebut hipotensi, sedangkan kurang darah disebut anemia. 

Dilansir dari Rumah Sakit Mitra keluarga berikut penjelasan mengenai perbedaan darah rendah dan kurang darah.

  1. Pengertian darah rendah dan kurang darah

Penyakit darah rendah, atau disebut juga sebagai hipotensi adalah kondisi saat tekanan darah jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Darah rendah dapat terjadi baik sebagai suatu kondisi sendiri maupun sebagai gejala dari penyakit lain. 

Seseorang dikatakan mengalami hipotensi saat tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Angka 90 ini menunjukan tekanan darah ketika jantung sedang berkontraksi (sistolik), sementara angka 60 merupakan tekanan darah ketika jantung sedang relaksasi.

Baca Juga: Sinopsis Drama Turki 'Duy Beni' Episode 7 dan 8

Sementara kurang darah disebut anemia yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Di dalam sel darah merah terdapat hemoglobin yang merupakan protein yang berperan untuk mengangkut oksigen dari paru ke seluruh tubuh. 

Ketika tubuh kekurangan sel darah merah tentu kadar Hb (hemoglobin) pun ikut berkurang. Anemia terjadi saat kadar hemoglobin termasuk kurang dari 13,5 gram/dL pada pria, atau kurang dari 12 gram/dL pada wanita. 

  1. Perbedaan gejala darah rendah dan kurang darah

Kemudian gejala spesifik dari darah rendah dan kurang darah juga berbeda. 

Meski begitu, yang perlu diingat selama gejalanya tidak berlangsung lama dan tergolong ringan, maka baik anemia maupun darah rendah biasanya tidak berbahaya. Berikut ini penjelasan ciri-ciri darah rendah dan kurang darah:

Gejala darah rendah 

Masing-masing penderita hipotensi bisa mengalami gejala yang berbeda tergantung tingkat keparahannya. Gejala ini paling umum terjadi karena otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. 

Pada mulanya, anemia bisa sangat ringan sehingga Sahabat MIKA tidak menyadarinya karena tidak merasakan gejala apa pun. Tetapi, ketika anemia memburuk, gejala yang muncul juga mungkin akan terasa semakin parah.

Adapun sejumlah gejala yang dialami penderita hipotensi, di antaranya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Guritna Wijaya

Sumber: RS Mitra Keluarga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X