Apa itu Riset Kualitatif, Metode Penerapan Riset Kualitatif Pada Iklan

photo author
Tim Liputan Bekasi 01, Liputan Bekasi
- Sabtu, 30 Juli 2022 | 17:50 WIB
Ilustrasi Riset Kualitatif (Pinterest Pngtree)
Ilustrasi Riset Kualitatif (Pinterest Pngtree)
 
LIPUTANBEKASI.COM – Pada penerapan riset kualitatif ini biasanya menggunakan metode riset Focus Group Discussion (FGD), studi kasus, wawancara dan juga obsevasi langsung ke tempat yang di riset.
 
Karena riset harus mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan data yang sudah ditentukan sebelumnya agar mendapatkan hasil riset untuk proses pembuatan iklan yang sesuai dengan target market yang disasa dengan metode berikut:
 
Focus Group Discussion (FGD)
Merupakan suatu group diskusi yang dilakukan oleh empat sampai sepuluh orang lebih yang dimana di representasikan dari beberapa populasi responden yang telah ditentukan. Dalam diskusi terebut terdapat pemimpin diskusi yaitu seorang moderator dan satu tim dokumentasi.
 
Moderator dalam diskusi tersebut gigunakan untuk menggal informasi pengetahuan, wawasan dan pandangan dari anggota diskusi tersebut.
 
Focus Group Discussion (FGD) dapat digunakan untuk landasan suatu program data dari responden. Dalam Focus Group Discussion (FGD) periset hanya memebutuhkan sedikit waktu untuk mengetahui informasi yang valid dan sesuai, dengan hanya beberapan point pertanyaan.
 
Dalam penerapan riset kualitatif pada iklan dengan motode Focus Group Discussion (FGD) hanya dengan mengumpulkan target segmen dalam market suatu produk dan brand atau layanan yang ditawarkan.
 
Target segmen yang telah dipilih untuk Focus Group Discussion (FGD) diberikan pertanyaan tentang opini mereka dari suatu produk dan brand atau layanan yang ditawarkan atau pertanyaan tentang ide baru untuk pemasaran produk dan brand atau layanan yang ditawarkan.
 
 
Wawancara Mendalam
Merupakan suatu metode yang dapat dilakukan berulang kali secara langsung (tatap muka) dengan narasumber. Untuk pemilihan responden atau narasumber yang akan diwawancarai secara mendalam periset harus memilih narasumber yang sesuai dan mengerti tentang objek diriset.
 
Responden atau narasumber yang sudah diwawancarai dan riset mendapatkan data yang valid, informasi data yang mendalam dan data yang di riset sudah lengka, maka periset tidak perlu mencari responden atau narasumber lainya lagi.
 
Karena narasumber atau responden untuk diwawancarai hanya perlu sampel yang terbatas dan sesuai dengan objek yang di riset.
 
Dalam penerapan riset kualitatif dengan metode wawancara  mendalam pada perancangan iklan hanya membutuhkan informasi dari perusahaan produk dan brand atau layanan yang ditawarkan agar dapat mengetahui knowledge produk.
 
Observasi
Merupakan suatu metode dimana periset harus mengamati objek yang di risetnya secara langsung, teliti dan dilakukan dengan mendalam, untuk menghasilkan hasil yang maksimal, cocok dan sesuai dengan target market yang disasar. Metode ini terbagi menjado dua metode yaitu
 
Observasi Partisipan adalah periset menjadi anggota dari objek yang diriset atau menjadi objek yang dirisetnya
 
Observasi Non Partisipan adalah periset tidak menjadi objek yang dirisetnya.
Dengan menggunakan metode ini biasanya periset juga menambahkan metode wawancara mendalam, biasa metode observasi ini dilakukan dengan waktu yang cukup lama bisa jadi bertahun-tahun karena periset harus mendapatkan data yang mendalam dan valid.
 
Dalam penerapan riset kualitatif dengan metode observasi pada perancangan iklan adalah untuk mengetahui perilaku konsumen dari produk dan brand atau layanan yang ditawarkan juga untuk mengetahui pengguna produk dan brand atau layanan.
 
 
Studi Kasus
Merupakan suatu metode dimana periset harus mencari data dari sumber yang valid dalam bentuk apapun dengan meneliti dan menguraikan kejadian, individu, kelompok, program dan lainya.
 
Pada metode ini tetap menggunakan metode utama yaitu wawancara dan observasi dan data lain nyan didapat hanya untuk pelengkap saja.
 
Etnografi
Merupakan suatu metode dimana perisetmenggunakan individu konsumen atau responden untuk pemakaian realitas dan mengacu dengan budayanya. Karena bertujuan untuk menjabarkan nilai yanga ada di masyarakat, pengalaman hidup dan kepercayaan.
 
Dalam metode ini bisanya periset juga menggunkan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi dan melihat dokumen budaya yang ada.
 
Metode etngrafi ini dulu dikenal dengan etnografi deskriptif tapi sekarang telah berubah dengan etnografi kritis.
 
Dalam penerapan riset kualitatif dengan metode etnografi pada perancangan iklan adalah untuk mengetahui faktorkekuasaan, hegemoni yang mempengaruhi suatu masyarakat dan membuka agenda tersembunyi di balik fenomena yang ada di masyarakat.
 
Riset Pengembangan
Merupakan suatu metode dimana periset mengembangkan kebutuhan agar dapat berinteraksi dengan responden dengan menggunakan banyak media. Riset pengembangan bisanya banyak dilakuakn dengan kualitatof dna kuantitatif.
 
Dengan periset menambahakan kombinasi pertanyaan dalam bentuk visual dan verbal agar mendapatkan pemikiran responden yang sesuai dengan baik.
 
Dalam penerapan riset kualitatif dengan metode riset pengembangan pada perancangan iklan periset harus memahami hubungan responden dan produk atau brand atau layanan yang ditawarkan melalui mengisi baris yang kosong,tekni teater, permainan dengan tujuan tertentu, teknik bergerak dan diam, ungkapan cerita, ungkapan foto, pencuptaan artefak, motafora dan pemilihan foto.
 
Dalam melakukan penerapan riset kualitatif pada iklan periset harus memahami metode yang akan digunakan untuk meriset suatu iklan agar mendapatkan hasil yang maksimal, coock dan sesuai dengan produk dan brand atau layanan yang ditawarkan***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ega Putri Anatasya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X