Review Buku Insecurity is my middle name dari Alfi Syahrin

photo author
Tim Liputan Bekasi 01, Liputan Bekasi
- Kamis, 14 Juli 2022 | 06:00 WIB
Ilustrasi membaca buku (pexel/cottonbro)
Ilustrasi membaca buku (pexel/cottonbro)

LIPUTANBEKASI.COM – Insecure kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga khususnya bagi anak muda. Buku Insecurity Is My Middle Name hadir untuk membantu kita mengatasi insecure jadi bersyukur.

Merasa diri ini tidak sempurna memang hal yang wajar. Tapi jika merasa diri ini tidak layak dan tidak pantas mungkin buku Insecurity Is My Middle Name name cocok untuk menjadi teman menghadapi hari-harimu yang berat.

Buku Insecurity is my middle name terbit tahun 2021 dari redaksi Alfi Ardhi Publishing. Tebal buku sekitar 150 halaman dengan sampul buku berwarna biru dan gambar pemandangan hijau yang menyejukan.

Banyak dari kita akan insecure dengan alasan fisik yang kurang menarik. Merasa tidak good looking dan selalu kalah bersaing dengan mereka yang good looking ditambah orang tuanya good rekening. Hmm double kill.

Tapi perlu kita sadari bahwa menjadi good looking bukan segalanya. Tidak semua hal didunia ini yang selalu memandang good looking. Contoh kecilnya dalam buku ini diceritakan bagaimana sang penulis yang tidak pernah menampakan wajahnya tetapi tulisanya selalu menembus banyak pembaca.

Bagaimana penulis yang bisa berulang kali mengunjungi negara yang didamba tanpa peduli good looking atau tidaknya. Bagaimana penulis dapat menemukan koneksi yang tidak pernah disangka tanpa harus jadi good looking.

Baca Juga: Review Buku ‘Sayangi dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang’ dari Sabrina Ara

Allah sang maha kuasa dan pemilik semua alam dan seisinya. Patutlah kita sebagai hamba untuk terus meminta pertolongannya dalam keadaan apapun.

Merasa masa depan buram. Jauh tertinggal dengan teman-teman lain yang sudah lebih sukses dan lebih bahagia. Bekerja di perusahaan besar, memiliki bisnis dan bisa jalan-jalan keluar negeri. Dalam postingan media sosialnya terlihat kehidupan yang amat sempurna.

Tetapi, apa yang kita lihat dari postingan adalah sebagian kecil kehidupan yang mereka lalui. Kita tidak tahu sedih yang mereka sembunyikan, perjuangan mereka yang melelahkan, hari-hari mereka yang kacau.

Setiap dari kita memiliki garis start yang berbeda dan tentunya garis finish yang berbeda. Jadi cukup wajar dengan hasil yang diraih pun berbeda-beda.

Jangan membenci diri sendiri berlebihan. Sudah saatnya untuk berdamai dengan keadaan. Menerima semua kenyataan dan memperbaiki rencana yang ingin dicapai. Memaksimalkan potensi yang ada yang sempat diabaikan jauh lebih baik dibanding terus-menerus meratapi insecure dalam diri.

Buku Insecurity is my middle name hadir special buat kita yang ingin sembuh dari penyakit yang tidak terdeteksi oleh medis. Merasa insecure itu wajar tapi tidak baik jika berlebihan. Setiap diri kita diciptakan special dan Allah selalu siap membuat kita merasa secure.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ega Putri Anatasya

Sumber: riset mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X