Review Buku ‘Kami Bukan Sarjana Kertas’ dari JS Khairen

photo author
Ega Putri Anatasya, Liputan Bekasi
- Senin, 11 Juli 2022 | 23:13 WIB
Review Buku ‘Kami Bukan Sarjana Kertas’dari JS Khairen (instagram @js_khairen)
Review Buku ‘Kami Bukan Sarjana Kertas’dari JS Khairen (instagram @js_khairen)

LIPUTANBEKASI.COM - Menjadi sarjana dengan wawasan yang luas serta sukses di usia muda adalah impian bagi banyak anak muda di seluruh pelosok dunia. Buku Kami bukan Sarjana Kertas rasanya sangat cocok untuk dibaca baik bagi mahasiswa baru maupun anak-anak sekolah yang sedang berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jalur yang lebih tinggi.

Kenyataannya sekarang banyak anak muda yang lulus dari universitas ternama tapi belum memiliki pekerjaan. Buku Kami Bukan Sarjana Kertas rasanya cocok untuk dibaca sekaligus dipahami pesan juga moral yang disampaikan.

Agar memiliki tujuan dan langkah yang lebih tepat untuk bisa diambil setelah lulus kuliah dan dapat menghindari status ‘Beban Keluarga’. Yang biasa melekat pada fresh graduation yang sudah lulus kuliah tapi tetap meminta uang jajan pada orang tua.

Buku Kami Bukan Sarjana Kertas yang terbit tahun 2019 dengan tebal sekitar 360 halaman dan ditulis oleh penulis muda JS Khairen.

Tenggelam dalam novel ini, aku benar-benar dibawa untuk merasakan masalah-masalah yang terjadi dalam novel ini yang relate dengan kehidupan nyata saat ini.

Randi kuliah dengan tujuan untuk kerja di perusahaan BUMN, Ogi orang tuanya rela menjual emas demi biaya kuliahnya namun harus drop out (DO) dan  Arko rela merantau jauh dari kampung halaman dengan tujuan bisa pulang membawa gelar dan wawasan yang membanggakan.

Baca Juga: Peringkat 2 Dunia dari Belakang, Inilah Alasan Kenapa Orang Indonesia Malas Baca Buku

Bukan hanya itu saja masalah lain juga dialami oleh teman yang lainnya. Ada yang tidak mampu membayar kuliah hingga akan dinikahkan oleh ayahnya dikampung.

Ada yang tidak disetujui dengan bakat menyanyinya sehingga memilih nyanyi di café malam hari dan mencicipi narkoba dan ada juga anak orang kaya dengan segala peraturan yang membuatnya terkekang.

Bu Lira sebagai dosen Akademik mampu membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dialami oleh mahasiswa bimbingannya dengan analogi hewan yang tepat. Ogi mahasiswa DO yang akhirnya bisa kerja di perusahaan bergengsi di Amerika berkat kegigihanya belajar mengembangkan bakat dan hobinya.

Randi mahasiswa ambis yang lulus cumlaude tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Arko yang harus mengambil cuti kuliahnya karena hobi memotretnya yang membuat mimpinya nyata dan membawanya hingga luar negeri.

Disini digambarkan dengan jelas bahwa buku Kami Bukan Sarjana Kertas bukan hanya menceritakan bagaimana tidak ada hal yang sia-sia. masalah-masalah yang ada bukan hanya untuk ditangisi atau diratapi. Sebaliknya untuk dihadapi dan dijalani hingga mimpi itu nyata dan kesulitan itu berganti bahagia***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ega Putri Anatasya

Sumber: riset mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X