Ini Loh Dampaknya Akibat Makan Malam Bagi Kesehatan, Cek Selengkapnya

photo author
Muhammad Fadly A, Liputan Bekasi
- Minggu, 13 Maret 2022 | 08:25 WIB
ilustrasi makan malam yang dapat berdampak pada obesitas. (Stocksy United)
ilustrasi makan malam yang dapat berdampak pada obesitas. (Stocksy United)

LIPUTANBEKASI.COM - Banyak orang yang terjaga sampai larut malam tak tahan menahan rasa lapar. Akibatnya, mereka tak ragu untuk makan tengah malam atau mengudap beragam camilan sebelum beristirahat di malam hari.

Beberapa ahli sepakat bahwa membatasi atau menghindari makanan sebelum tidur di malam hari, merupakan strategi dan pendekatan penurunan berat badan, meningkatkan kesehatan secara optimal dan juga menghindari penyakit obesitas dan penyakit lainnya. Lantas, apa sih dampak makan larut malam bagi tubuh kita?

1. Gangguan pencernaan

Melansir Self, bahaya makan tengah malam atau malam hari yang tak boleh diabaikan adalah gangguan pencernaan.

Baca Juga: Deal! Real Madrid Ditikung, Manchester City Sepakat Memboyong Erling Haaland ke Premier League

Jarak antara waktu makan dan tidur berbaring yang terlalu dekat dapat menyebabkan penyakit asam lambung kambuh.

Gejala asam lambung naik ditandai dengan asam lambung dari perut naik ke kerongkongan, rasa panas dan nyeri di dada atau perut atas, sampai sakit tenggorokan.

Efek makan tengah malam lainnya yakni dispepsia atau sakit perut. Gejala dispepsia berupa rasa begah di perut, mual, atau perut terasa nyeri.

Baca Juga: Spesifikasi HP Xiaomi Redmi K50, Kelasnya Untuk Para Gamers

Selain makan tengah malam, dispepsia bisa disebabkan makan terlalu cepat, berlebihan, makanan berlemak dan berminyak, makanan terlalu pedas, minum asupan tinggi kafein, alkohol, dan soda.

2. Berat Badan Naik

Salah satu bahaya dari makan tengah malam adalah menaikkan berat badan. Tidak hanya itu, makan tengah malam juga berisiko mengalami peningkatan glukosa dan insulin dalam tubuh.

Baca Juga: Lirik Lagu Tutur Batin dari Yura Yunita, Baru Rilis Official Music Video

Tingginya kadar glukosa dan insulin menyebabkan penyakit seperti diabetes. Berat badan naik karena kalori tidak digunakan oleh tubuh dan akhirnya menumpuk.

Kelebihan kalori dari makanan akhirnya akan disimpan dalam tubuh sebagai cadangan dalam bentuk lemak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X