LIPUTANBEKASI.COM - Kenali fakta dan mitos mengenai gangguan kepribadian Paranoid.
Pernahkah Anda mendengar kata paranoid? Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar itu?.
Ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu? Terlalu banyak ketakutan? Tidak bisa berkencan dengan orang dengan gangguan kepribadian paranoid?.
Beberapa pernyataan tersebut merupakan beberapa tudingan paranoia yang beredar di masyarakat. Jadi itu fakta atau mitos?
Baca Juga: Aldi Taher sukses manggung di UI, warganet: nyanyiin lagu Lesti Sayang Rizki Billar enggak?
- Mudah Curiga Dengan Orang Lain
Fakta dalam Pedoman Penggolongan Penyakit dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ).
Menyatakan bahwa seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid menunjukkan ciri-ciri yang mudah curiga.
Kecurigaan ini menyebabkan seseorang salah mengartikan tindakan orang lain sebagai sikap permusuhan atau penghinaan.
Apalagi kecurigaan ini berulang kali terulang, namun tanpa dasar yang jelas.
- Ketakutan Dan Kecemasan Yang Berlebihan
Berdasarkan klasifikasi DSM-IV (Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorders), gangguan kepribadian diklasifikasikan menjadi tiga cluster yaitu cluster A, B dan C.
Gangguan kepribadian paranoid termasuk dalam cluster A yang mewakili sekelompok individu yang aneh, eksentrik dan menyendiri.
Meskipun individu dengan kecemasan atau kekhawatiran berlebihan termasuk dalam Cluster C2, mereka juga dapat diklasifikasikan dalam Anxiety Disorders 1.
Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022
- Trauma Masa Lalu Adalah Akar Dari Gangguan Kepribadian Paranoid
Fakta, masa lalu tidak lepas dari bagaimana pola asuh dan lingkungan membentuk kepribadian.