LIPUTANBEKASI.COM- Menilik beberapa waktu kebelakang wacana mobil terbang begitu menyita perhatian di tengah antusiasme akan kehadiran mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan serta penghematan dan kenaikan harga bahan bakar minyak hampir di seluruh dunia.
Secara global wacana mengenai mobil listrik masih dalam tahap pengembangan dan masih akan terus berjalan mencapai tujuan dimana kendaraan memakai energi listrik dan lebih ramah lingkungan.
Melihat prospek kedepan bagi Indonesia, mobil terbang akan menjadi kendaraan baru dan terobosan bagi perkembangan otomotif di tanah air.
Mobil terbang yang dimaksud menyerupai sebuah drone yang dapat berisi penumpang dan barang. Salah satu fungsinya adalah untuk lebih mudah menjangkau daerah-daerah yang sulit ditempuh melalui jalan darat dan perbukitan.
Baca Juga: Lokasi Pemantauan yang Terpencil hingga KRB yang Harus Diwaspadai di Gunung Peut Sague.
Untuk saat ini produksinya masih belum dilakukan secara massal, maka dari itu masih memerlukan pengembangan dan OIKN tengah dalam proses pengembangan teknologi untuk tahun 2035 termasuk mobil terbang.
Sebelumnya Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Prof Mohammed Ali Berawi mengatakan uji coba mobil terbang akan dilakukan di IKN pada 2024.
OIKN dan Hyundai Motor Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama membangun Ekosistem mobilitas pintar Advanced Air Mobility ( AAM) di Indonesia. Bentuk mobil akan menyerupai drone yang dapat memuat penumpang dan barang.
Salah satu fungsi utama dari mobil terbang ini adalah untuk menjangkau tempat-tempat yang sulit dijangkau. Ali berharap kedepan, Indonesia bisa menjadi salah satu pionir dalam pengembangan mobil terbang.
Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi
Menurut pernyataan dari salah seorang pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu menilai wacana uji coba mobil terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan gagasan ambisius yang sangat prospektif.
"Bagi tahapan awal penyiapan IKN, tentu gagasan ambisius kendaraan ini akan sangat prospektif," ujar Yannes saat dikonfirmasi Antara.
Kemudahan dalam menjangkau daerah dengan infrastruktur yang belum memadai dari segi jalan dan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan helicopter membuat mobil terbang menjadi opsi, tambahnya.
Hal lain yang membuat perbedaan mencolok adalah sebuah visi IKN menjadi sebuah kota pintar masa depan dengan dukungan infrastruktur berteknologi mutakhir dan penggunaan sumber energi bebas polusi.***