LIPUTANBEKASI.COM - Ariel Dewinta Ayu Sekarini atau yang akrab dikenal Ariel Tatum, seorang aktris sekaligus model ternama tanah air ini mengawali kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model iklan produk sampo Lifebuoy dari Unilever pada tahun 2004. Sejak saat itu, Ariel mulai banyak membintangi beberapa iklan di televisi. Pada tahun 2005, Ariel Tatum membintangi film layar lebar pertamanya yang bergenre drama musikal keluarga, berjudul Ariel Dan Raja Langit arahan Harry Dagoe Suharyadi.
Memiliki paras cantik serta karier gemilang, ternyata tidak semerta-merta menjadi segalanya bagi Ariel Tatum. Ia mengunggapkan fakta mengejutkan bahwa pernah beberapa kali ingin melakukan percobaan bunuh diri. Hal tersebut bukannya tak beralasan, namun dikarenakan Ia mengaku memiliki kesehatan yang tidak stabil. Wanita yang lahir 8 November 1996 lalu tersebut, berbagi cerita tentang perjuangannya melawan gangguan jiwa kronis yang pernah dialaminya tersebut dihadapan publik.
Pada umumnya masa kecil diwarnai dengan kebahagian dan bayang-bayang mimpi yang akan terjadi dimasa depan. Namun berbeda dengan Ariel kecil, justru Ia dihantui dengan keinginan untuk mengakhiri hidup yang datang berkali-kali.
Baca Juga: Waspada, 9 Resiko Menggunakan Sepatu Hak Tinggi dan Cara Tepat Mengenakannya
" Pada saat itu aku dulu tuh sering aku ganti-ganti psikolog terus karena aku nggak nyaman habis itu aku ganti lagi aku nggak senang sama apa yang dia kasih tahu ke aku bisa ganti lagi jadi ada beberapa banyak diagnosa belum tapi aku ngerasa tuh kaya apa ya, kronisnya aku benar-benar gak bisa berfungsi sama sekali, " Ujar Ariel Tatum dilansir pada interview Insert.
" Aku salah satu pejuang BPD yaitu Borderline Personality Disorder salah satu gangguan kesehatan jiwa yang menyebabkan ketidakstabilan emosi. Mulai dari umur berapan agak rancu, soalnya dari 13 tahun aku udah ke psikolog dan didiagnosa abcd gitu karena salah-salah karena memang ternyata BPD itu salah satu penyakit kejiwaan yang sulit untuk dideteksi karena dia mirip sama Mood Disorder kadang suka disalahartikan onal Disorder dan lain sebagainya bahkan ke eating Disorder karena dia memang Abu gitu loh di tengah-tengah antara depresi sama antara mutis order. Ketika aku delapan belas tahun disitu aku udah belajar banyak tentang BPD apa aja penyebabnya, " Kata Ariel dikutip dari IDN Times.
Baca Juga: Resep Tempe Goreng Sambal Cetar Kecap, Praktis dan Sederhana
Ariel mengungkapkan bahwa kesehatan mental masih menjadi topik yang tabu untuk dibicarakan di kalangan masyarakat luas. Karena banyak masyarakat yang masih menyepelekan hal tersebut. Disisi lain, terdapat juga yang merasa paham betul tentang psikologi sampai mereka bisa dan wajar untuk mendiagnosa diri mereka sendiri tanpa tahu ilmunya ataupun datang konsultasi langsung ke ahlinya.
Artikel Terkait
Kesurupan Massal Dari Sudut Pandang Psikologi, Ini Penjelasannya
Benarkah Multitasking Hanya Mitos? Simak Fakta-Fakta Berikut!
Hidup Terasa Membosankan? Coba 7 Langkah Mudah Ini Untuk Keluar Dari Zona Nyaman
Mobil Listrik Volvo EX90 Terbuat Dari Logam Dan Plastik Bekas, Simak Keunikan Dan Kecanggihannya
Tidak Berubah, Harga Emas Antam Rp1.007.000 per Gram pada Minggu 11 Desember 2022
Mengenal Gunung Api Peut Sage dengan Empat Puncak di Aceh!
Nyeri Punggung Adalah Gejala Kanker Pankreas
Kaesang, Membentuk Jari Hati Beberapa Saat Sebelum Akad Nikah
Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi
Kebiasaan yang Menjadi Otak Lemot, Simak Penjelasanya