Kreator TikTok Parodikan Seorang Pick Me Girl, Netizen: Ada di Real Life?

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Sabtu, 5 November 2022 | 16:01 WIB
wanita muda (pixabay)
wanita muda (pixabay)

LIPUTANBEKASI.COM – seorang konten creator Tiktok membagikan video yang memparodikan seorang Pick Me Girl.

Kreator yang memiliki pengikut sebanyak lebih dari 631 ribu pengguna TikTok dengan total likes sebanyak 84 juta, patut diberi gelar Spesialis Pick Me Girl.

Dalam setiap videonya, pria bernama akun @dafrin ini memang selalu memparodikan Pick Me Girl dengan berbagai sudut pandang.

Kata Pick Me Girl memang akhir-akhir ini ramai digunakan oleh para warganet.

Pick Me Girl merupakan slang atau bahasa gaul dalam bahasa asing.

Arti dari kata tersebut merujuk kepada karakter seorang perempuan yang merasa dirinya memiliki karakter paling berbeda atau unik dibanding perempuan lainnya.

Sementara arti yang serupa dikutip dari Urban Dictionary yang berarti seorang perempuan yang terkesan berusaha berbeda dari perempuan pada umumnya.

Seperti unggahan yang ramai di Twitter beberapa waktu lalu, akun @tanyakanrl juga mengunggah foto yang berhasil dibanjiri komentar kesal dari netizen.

“Main TikTok gimana sih? Sumpah aku beda dari perempuan lain. Gak bisa make up, main TikTok, dan gak suka foto.” Tulisan yang tertera pada gambar berupa tangkapan layar yang dirahasiakan pengirimnya itu.

Baca Juga: 10 Soft Skill yang wajib dimiliki Kaum Milenial untuk meraih Sukses di usia Muda - Simak Penjelasannya

Tulisan dalam foto tersebut merupakan salah satu contoh kasus Pick Me Girl yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Hal negatif yang ditunjukkan bagi seseorang yang merasa dirinya termasuk dalam golongan Pick Me Girl ini adalah dengan sering memvalidasi secara verbal bahwa mereka ‘berbeda’ dan biasanya dengan merendahkan perempuan lain di sekitarnya.

Tidak hanya itu, sikap Pick Me juga bisa ditunjukkan dengan cara menyombongkan sikap mengenai gaya hidup, hobi, minat, dan tingkah laku agar mendapatkan perhatian dari orang lain terutama lawan jenis.

Menurut seorang lulusan Ilmu Politik dan Pembangunan Internasional McGill University, Amy Rosenbluth, fenomena ini terjadi karena adanya faktor internalized misogyny.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hani Subakti

Sumber: TikTok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X