LIPUTANBEKASI.COM – Kementrian Agama (Kemenag) yang mewakili Pemerintah dalam rapat bersama Komisi VIII DPR mengusulkan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2023 sebesar Rp. 69.193.733. Bipih adalah komponen biaya yang dibayar oleh jemaah haji.
Jumlah Bipih yang diusulkan tahun ini adalah 70 persen dari total Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp. 98.893.909. Sisanya yang 30 persen (Rp29.700.175) diambilkan dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.
Dikutip dalam Liputan 6, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merincikan komponen yang akan dibebankan langsung kepada jemaah haji, digunakan untuk membayar biaya penerbangan dari embarkasi ke Arab Saudi (PP) sebesar Rp. 33.979.784, akomodasi di Makkah Rp. 18.768.000, akomodasi di Madinah Rp. 5.601.840, dan biaya hidup Rp. 4.080.000.
Baca Juga: Lirik lagu Marion Jola – ‘Bukan Manusia’
Adapun biaya lainnya yaitu visa sebesar Rp. 1.224.000 dan paket Layanan Masyair sebesar Rp. 5.540.109.
Hal yang membedakan tahun lalu porsi biaya yang ditanggung jamaah (biaya perjalanan ibadah haji/bipih) hanya Rp. 39.886.000 . biaya haji dari hasil pengelolaan dana haji di BPKH sebesar Rp. 58.493.000. jika dipersentasekan, tahun lalu jamaah membayar 40,54 persen. Sisanya sebanyak 59,46 persen berasal dari hasil pengelolaan dana haji di BPKH.
Kebijakan pemerintah tahun ini sebaliknya, maksudnya tahun ini porsi jamaah lebih besar yaitu 70 persen. Subsidi atau pembiayaan dari BPKH hanya 30 persen. Akibatnya, tahun ini Kemenag mengusulkan biaya haji yang dibayar jemaah (direct cost) sebesar Rp. 69.193.733 atau hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Sementara itu, pembiayaan dari BPKH hanya Rp. 29.700.000.
Baca Juga: Lirik lagu Marion Jola – ‘Bukan Manusia’
“Kebijakan ini diambil dalam rangka menyeimbangkan anatara dana jemaah dan keberlanjutan BPKH.” Kata Yaqut
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menilai usulan biaya haji yang diajukan pemerintah sebagai konsekuensi yang sulit dihindari. "Kenaikan biaya haji ini sulit dihindari karena dipicu oleh kenaikan berbagai komponen kebutuhan, baik di tanah air maupun di Arab Saudi,” ujar Mustolih dalam keterangan pers yang diterima Jumat (20/1/2023).
Kenaikan itu, kata Mustolih, antara lain terjadi pada biaya angkutan udara karena avturnya juga naik, hotel atau pemondokan, transportasi darat, katering, obat-obatan, alat kesehatan, dan sebagainya. “Belum lagi pengaruh inflasi, sehingga biaya haji mesti beradaptasi atas situasi tersebut," katanya.***
Artikel Terkait
5 MITOS KEUANGAN YANG MASIH DIPERCAYA DI SELURUH DUNIA
SUV TERKENCANG DI DUNIA SAAT INI
Perkembangan Dunia Mobil Listrik, Siapa Yang Lebih Unggul?
Youtuber Ternama Jerome Polin Tampil dengan Wajah Baru
HARGA ANTENA TV DIGITAL TERBARU 2023
Efisiensi Energi Tinggi dan Fitur-Fitur Menarik, Inilah yang Membuat Mobil Ionic 5 Jadi Pilihan Favorit
Aksi Demi Konten Ria Ricis penuh Hujatan Dari Netizen