LIPUTANBEKASI.COM – Kasus polisi tembak polisi yang semakin rumit dan tak kunjung usai.
Kasus yang menewaskan Brigadir Yoshua atau sering disebut Brigadir J pada hari Jumat, 8/09/2022 pukul 18.00 WIB.
Brigadir J dinyatakan tewas karena ditembak oleh rekan ajudannya sendiri yaitu Bharada E.
Perkembangan kasus ini sudah sampai ke tahap rekonstruksi ulang kejadian.
Baca Juga: 7 Resto Hits Di Bekasi yang Paling Populer dan Cocok Untuk Tempat Makan Bareng Keluarga
Rekonstruksi kejadian ini dilakukan selama 7.5 jam di 3 lokasi berbeda. Dan videonya di streaming oleh POLRI.
Pada hari Selasa, 30/08/22 pada pukul 10.00 WIB rekonstruksi dilakukan di lokasi pertama yakni di Rumah Magelang Irjen FS.
Lokasi kedua yakni di Rumah Pribadi FS.
Baca Juga: Mengenal People Pleaser, Tanda dan Cara Berhenti Menjadi People Pleaser
Terdapat kejanggalan-kejanggalan yang menyebabkan publik berspekulasi.
Diantaranya yakni Pengacara dari pihak Brigadir J yang tidak diundang dalam rekonstruksi tersebut.
Namun, meskipun tidak diundang Pengacara Brigadir J tetap datang meskipun tidak bisa memantau rekontruksi dan bahkan diusir oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian dan tetap memantau dari luar.
Baca Juga: Sinopsis Drama Thailand Terbaru 2022, My Romance From Far Away Dibintangi Bua Nalinthip dan Puen Khanin
Dalam rekonstruksi ini terdapat 2 versi penembakan yang ditampilkan dalam kasus ini.
Versi penembakan yang pertama yaitu dari terdakwa FS.
Menurut FS, Bharada E menodongkan pistol ke arah Brigadir J. FS berdiri disamping Brigadir J dan memberikan perintah untuk menembakkan pistol ke Brigadir J sambal berjalan.
Baca Juga: Quotes Tentang Pendidikan, yang Berbahasa Inggris Beserta Artinya Sebagai Ucapan Wisuda
Posisi Brigadir menurut FS memang ada didepan tangga dan saat ditodong oleh pistol posisi Brigadir J berdiri dan membuka telapak tangannya dengan diarahkan ke depan.
Saat penembakan, Brigadir J sama sekali tidak mencoba menarik senjatanya sendiri. Badannya tersungkur dan Bharada E tetap mengarahkan pistol ke arah belakangnya Brigadir J.
FS kemudian mengambil pistol Brigadir J dan diarahkan ke tembok dekat tangga.
Baca Juga: Fakta Menarik Profil Mario Maurer, Pemeran Drama Thailand Bad Romeo
Sedangkan versi yang disampaikan oleh Bharada E sebenarnya mirip dengan versi FS.
Karena tidak kuat menembak rekannya sendiri, Bharada E menembak namun dengan mata tertutup. Tetapi posisi dari Brigadir J yang sambal berserah dan berjongkok saat akhirnya ditembak.
Sesaat setelah FS mengambil pistol Brigadir J, FS ikut menembak bagian belakang kepala Brigadir J sebelum akhirnya menembak tembok.
Baca Juga: Sinopsis Drakor Terbaru ‘Little Women’, Adaptasi Novel Tahun 1868 dan 1869
Dari rekonstruksi yang digelar tersebut, penampilan Putri C menjadi sorotan publik.
Pasalnya Putri C yang muncul memakai baju putih bukan baju orange, padahal dia juga sebagai tersangka.
Banyak teori-teori dalam kasus ini, namun belum adanya motif dari kasus penembakan ini.
Baca Juga: Catat Ini Dia Perbedaan Ekstrovert dan Introvert yang Wajib Kamu Tahu!
Apakah sebenarnya dalam kasus ini? Nantikan kelanjutannya dari kasus ini dan tetap pantau untuk menegakkan keadilan. ***
Artikel Terkait
Sosok Irjen Ferdy Sambo kini sudah menjadi perbincangan publik terkait penembakan Brigadir J
Dugaan Suap di Pusaran Kasus Ferdy Sambo
Sejarah Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh dalam Film 'Mencuri Raden Saleh'
Berikut Syarat Naik Pesawat Terbaru Agustus 2022, Apakah Tidak Perlu Antigen?
Berikut Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina 2022, Cek Caranya Sekarang Juga!