Semakin Rumit Inilah Perkembangan Terbaru Kasus Ferdy Sambo

photo author
Siska Yuli Anggraeni, Liputan Bekasi
- Minggu, 4 September 2022 | 10:34 WIB

 

LIPUTANBEKASI.COM – Kasus polisi tembak polisi yang semakin rumit dan tak kunjung usai.

Kasus yang menewaskan Brigadir Yoshua atau sering disebut Brigadir J pada hari Jumat, 8/09/2022 pukul 18.00 WIB.

Brigadir J dinyatakan tewas karena ditembak oleh rekan ajudannya sendiri yaitu Bharada E.  

Perkembangan kasus ini sudah sampai ke tahap rekonstruksi ulang kejadian.

Baca Juga: 7 Resto Hits Di Bekasi yang Paling Populer dan Cocok Untuk Tempat Makan Bareng Keluarga

Rekonstruksi kejadian ini dilakukan selama 7.5 jam di 3 lokasi berbeda. Dan videonya di streaming oleh POLRI.

Pada hari Selasa, 30/08/22 pada pukul 10.00 WIB rekonstruksi dilakukan di lokasi pertama yakni di Rumah Magelang Irjen FS.

Lokasi kedua yakni di Rumah Pribadi FS.

Baca Juga: Mengenal People Pleaser, Tanda dan Cara Berhenti Menjadi People Pleaser

Terdapat kejanggalan-kejanggalan yang menyebabkan publik berspekulasi.

Diantaranya yakni Pengacara dari pihak Brigadir J yang tidak diundang dalam rekonstruksi tersebut.

Namun, meskipun tidak diundang Pengacara Brigadir J tetap datang meskipun tidak bisa memantau rekontruksi dan bahkan diusir oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian dan tetap memantau dari luar.

Baca Juga: Sinopsis Drama Thailand Terbaru 2022, My Romance From Far Away Dibintangi Bua Nalinthip dan Puen Khanin

Dalam rekonstruksi ini terdapat 2 versi penembakan yang ditampilkan dalam kasus ini.

Versi penembakan yang pertama yaitu dari terdakwa FS.

Menurut FS, Bharada E menodongkan pistol ke arah Brigadir J. FS berdiri disamping Brigadir J dan memberikan perintah untuk menembakkan pistol ke Brigadir J sambal berjalan.

Baca Juga: Quotes Tentang Pendidikan, yang Berbahasa Inggris Beserta Artinya Sebagai Ucapan Wisuda

Posisi Brigadir menurut FS memang ada didepan tangga dan saat ditodong oleh pistol posisi Brigadir J berdiri dan membuka telapak tangannya dengan diarahkan ke depan.

Saat penembakan, Brigadir J sama sekali tidak mencoba menarik senjatanya sendiri. Badannya tersungkur dan Bharada E tetap mengarahkan pistol ke arah belakangnya Brigadir J.

FS kemudian mengambil pistol Brigadir J dan diarahkan ke tembok dekat tangga.

Baca Juga: Fakta Menarik Profil Mario Maurer, Pemeran Drama Thailand Bad Romeo

Sedangkan versi yang disampaikan oleh Bharada E sebenarnya mirip dengan versi FS.

Karena tidak kuat menembak rekannya sendiri, Bharada E menembak namun dengan mata tertutup. Tetapi posisi dari Brigadir J yang sambal berserah dan berjongkok saat akhirnya ditembak.

Sesaat setelah FS mengambil pistol Brigadir J, FS ikut menembak bagian belakang kepala Brigadir J sebelum akhirnya menembak tembok.

Baca Juga: Sinopsis Drakor Terbaru ‘Little Women’, Adaptasi Novel Tahun 1868 dan 1869

Dari rekonstruksi yang digelar tersebut, penampilan Putri C menjadi sorotan publik.

Pasalnya Putri C yang muncul memakai baju putih bukan baju orange, padahal dia juga sebagai tersangka.

Banyak teori-teori dalam kasus ini, namun belum adanya motif dari kasus penembakan ini.

Baca Juga: Catat Ini Dia Perbedaan Ekstrovert dan Introvert yang Wajib Kamu Tahu!

Apakah sebenarnya dalam kasus ini? Nantikan kelanjutannya dari kasus ini dan tetap pantau untuk menegakkan keadilan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Laela Alghaf Faria

Sumber: Youtube @Nessie Judge

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X