LIPUTAN BEKASI.COM- Keluarga di Jakarta Timur yang memukuli korbannya menceritakan kematian ayah mereka. Putra korban, Bryna, mengaku tak terima ayahnya meninggal tragis akibat dipukuli. "Masalahnya, keluarga saya tidak bisa menerima bahwa Ayah meninggal dalam keadaan mengenaskan, kami menuntut keadilan," katanya, Senin, 24 Januari 2022.
Baca Juga: Kode Redeem Genshin Impact Beserta Info Fate Gratis, Update Event dan Banner Terbaru
Bryna juga meminta polisi dan media untuk membantu penyelidikan. murni kasus kematian ayahnya. “Ketika kita mati, apa yang tersisa untuk kita? Bagaimana cara menyelidiki ini secara menyeluruh? Saya minta kepada wartawan apakah bisa membantu saya dengan ini untuk sampai ke pemerintah, bantu saya menyelidiki semuanya," katanya seperti dikutip dari Liputan Bekasi.Com PMJ News, Selasa, 25 Februari 2022.
Baca Juga: Kejam, Bentrokan di Sorong 19 Orang Tewas Mengenaskan
Sebelumnya , Manajer Humas Kombes Polda Metro Jaya Pol Endra Zulpan mengatakan total empat orang ditetapkan sebagai tersangka pemukulan, kakek dari Toyota Rush. Kejadian ini bermula ketika petugas yang berjaga di halte Polres Metro Jakarta Timur mendapat informasi bahwa ada orang yang diduga mencuri kendaraan bermotor dan mengambil kendaraan orang lain.
Endra Zulpan mengatakan: “Anggota langsung lari ke TKP dan di belakang sederet motor mengejar perampok motor ditangkap dan menyebut korban maling. Ketika polisi tiba di tempat kejadian, mereka menemukan korban telah dipukuli. Petugas pun sempat turun tangan dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban pengendara yang tidak diketahui identitasnya tersebut.
“Saat sampai di lokasi tawuran, polisi turun tangan dan kemudian korban yang juga sopir yang tidak diketahui identitasnya memeriksa plat nomor kendaraan. Korban juga mengalami luka parah setelah dipukuli beberapa orang,” kata Endra Zulpan. Anggota Polres Metro Jakarta Timur kemudian melakukan beberapa langkah untuk membantu, salah satunya dengan membawa korban ke RS Cipto Mangunkusumo. walaupun korban sudah meninggal.
Polisi juga menganalisis TKP beserta rekaman CCTV dan barang bukti keamanan hingga akhirnya mengetahui identitas korban. Endra Zulpan mengatakan, pihaknya telah menetapkan satu orang sebagai tersangka berinisial R dalam pemukulan yang mengakibatkan tewasnya satu orang lainnya.
“Hingga sore ini sudah ditetapkan satu orang sebagai tersangka berinisial R terkait kasus ini.Tentunya dengan kasus ini tidak akan berhenti satu tersangka," ujarnya.***