nasional

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jokowi Pimpin Upacara dan Panjatkan Doa di Sumur Lubang Buaya

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 11:04 WIB
Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2021 Presiden Joko Widodo (https://www.instagram.com/jokowi/)

LIPUTAN BEKASI – Tanggal 1 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila diselenggarakan ditingkat pusat pada Jum’at, 1 Oktober 2021 pukul 08.00 WIB yang berlokasi di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Upacara di pimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bertindak sebagai Inspektur Upcara.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2021 : Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila

Upacara ini juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang didampingi oleh Ibu Wury Ma’ruf Amin.

Selain itu, upacara ini dapat diikuti oleh pegawai instansi pemerintahan secara daring terutama untuk wilayah yang masih masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4.

Sedangkan untuk wilayah PPKM Level 2, instansi daerah diizinkan untuk mengadakan upacara dengan sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Pengakuan Pahlawan Revolusi Korban Pengkhianatan G30S PKI, Netizen : Merinding

Tema upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021 ini yaitu ‘Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila’.

Upacara berlangsung khidmat, dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan teks Pembukaan UUD 1945.

Ketua DPR RI Puan Maharani membaca dan menandatangani naskah ikrar kenegaraan, dilanjut pembacaan teks Pancasila oleh Ktua DPD RI La Nyalla Mattaliti.

Baca Juga: Mengenang Tragedi G30S PKI, Sejarah Kelam Bangsa Indonesia Hingga Pembunuhan 7 Perwira Pada 30 September 1965

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi penutup rangkaian upacara dengan membacakan doa.

Setelah memimpin upacara, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama Ibu Wury memanjatkan doa didepan sumur Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sumur lubang buaya merupakan situs sejarah dimana sejumlah pahlawan revolusi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah diculik pada gerakan 30 September 1965.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Genap Berusia 34 Tahun, Dikarir Politik Pertamanya Menjadi Wali Kota Solo

Halaman:

Tags

Terkini