nasional

Pencarian Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Diwarnai Klaim Smartwatch Kopilot yang Masih Deteksi Pergerakan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:03 WIB
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. ((Instagram/kantorsar_makassar))

LIPUTAN BEKASI - Proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah muncul pengakuan dari salah satu kerabat kopilot Farhan Gunawan.

Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, pernyataan tersebut memicu perhatian luas karena menyebut adanya aktivitas dari perangkat smartwatch milik Farhan.

Pengakuan itu disampaikan oleh kerabat Farhan bernama Pitri Keandedes Hasibuan melalui unggahan di media sosial.

Dalam keterangannya, Pitri mengungkapkan bahwa smartwatch Farhan masih mendeteksi adanya pergerakan berupa langkah kaki meski pesawat telah jatuh.

Baca Juga: Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Basarnas Lakukan Pencarian Awal di Wilayah Maros

Aktivitas tersebut menumbuhkan harapan di kalangan keluarga bahwa kondisi Farhan masih memungkinkan untuk ditemukan dalam keadaan selamat.

Pitri menjelaskan bahwa informasi mengenai aktivitas smartwatch tersebut diketahui setelah ponsel Farhan ditemukan oleh tim pencari.

“Klaim Aktivitas Smartwatch Milik Farhan”

Dalam video yang beredar, Pitri menyebut ponsel Farhan ditemukan sehari setelah insiden jatuhnya pesawat.

“Pesawat jatuh tanggal 17 (Januari 2026), terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP-nya Farhan dapat di hutan terus HP-nya sekarang dipegang oleh adik saya,” ujar Pitri dikutip dari video yang diunggah oleh akun Instagram @makasar _iinfo pada Senin, 19 Januari 2026.

Ia melanjutkan bahwa ponsel tersebut masih terhubung langsung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan.

“Nah, HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya, terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 06.00 WITA ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10.00 WITA sampai malam juga ada,” imbuhnya.

Pitri juga menegaskan bahwa data langkah kaki pada smartwatch tersebut terus bertambah seiring waktu.

Kondisi tersebut membuat keluarga berharap Farhan masih mampu bergerak setelah kejadian nahas tersebut.

Halaman:

Terkini