nasional

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Basarnas Lakukan Pencarian Awal di Wilayah Maros

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:07 WIB
Ilustrasi Pesawat Jatuh

LIPUTANBEKASI - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar mengerahkan personel untuk merespons laporan adanya pesawat yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan.

Pesawat yang dilaporkan hilang kontak tersebut merupakan pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport.

Informasi awal menyebutkan pesawat tersebut diduga mengalami hilang komunikasi di wilayah antara Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Kabupaten Maros.

Merespons laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung melakukan langkah cepat dengan menyiapkan personel untuk bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir pesawat.

Baca Juga: Jalur Rel Pekalongan yang Sempat Terendam Banjir Mulai Dibuka, Kereta Melintas dengan Kecepatan 10 Km per Jam

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar tanggap darurat pencarian dan pertolongan ketika terjadi laporan kehilangan kontak pesawat.

Basarnas menilai kecepatan respons menjadi faktor penting untuk memperbesar peluang keberhasilan operasi pencarian.

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi titik koordinat awal dari otoritas penerbangan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Minggu, Warga Diminta Tetap Waspada

Koordinat tersebut diperoleh dari Airnav Makassar sebagai pihak yang memantau lalu lintas penerbangan di wilayah tersebut.

"Saat ini kami menuju lokasi yang mana diberikan titik koordinat (lokasi hilang kontak) oleh Airnav Makassar di sekitaran Maros, Leang-leang," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan melalui keterangan diterima, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa proses pergerakan personel dilakukan secepat mungkin setelah laporan diterima.

Tim Basarnas bergerak dengan membawa perlengkapan pencarian dan pertolongan yang dibutuhkan dalam operasi darurat.

Wilayah Maros, khususnya kawasan Leang-leang, dikenal memiliki medan yang cukup menantang sehingga membutuhkan kesiapan personel secara optimal.

Halaman:

Terkini