Mobil SPPG Sepatnunggal Tasikmalaya Buang Sampah di Jalan Raya, Warga Pertanyakan Sistem Pengelolaan Sampah

photo author
Fauzi Ghanim, Liputan Bekasi
- Rabu, 15 April 2026 | 14:33 WIB
Mobil SPPG Buang sampah sembarangan
Mobil SPPG Buang sampah sembarangan

LIPUTAN BEKASI - Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sepatnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga membuang sampah sembarangan di pinggir jalan hingga menuai sorotan publik.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @channell_netizen pada Selasa, 14 April 2026, yang menunjukkan seorang warga langsung menegur sopir mobil SPPG di lokasi kejadian.

“Izin lapor SPPG Sepatnunggal, saya tegur karena pembuangan sampah sembarangan di pinggir jalan,” ucap perekam video.

Baca Juga: Pertemuan di Paris, Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Indonesia-Prancis di Berbagai Bidang

Dalam rekaman itu terlihat mobil bertuliskan ‘Dapur Sehat Al-Ghifarri’ dengan dua orang di dalamnya, yang diduga merupakan petugas dari SPPG setempat.

Sopir Sebut Sampah Belum Diambil Desa

Saat ditegur, sopir mobil tersebut mengungkapkan bahwa sampah seharusnya diambil oleh pihak desa melalui pengelolaan yang telah direncanakan sebelumnya.

Namun, hingga waktu yang ditentukan, pengangkutan sampah belum juga dilakukan sehingga ia mengambil inisiatif untuk membuangnya sendiri.

“Ya kan ini akan diambil sama BUMDes, tapi belum jalan-jalan. Udah koordinasi sama desa, belum diambil-ambil. Kirain ini tanah yang punya ini (SPPG),” ujar sopir dalam video.

Pernyataan tersebut justru memicu pertanyaan dari warga terkait sistem pengelolaan sampah yang seharusnya sudah berjalan, terutama jika berkaitan dengan operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG).

Dibuang di Pinggir Jalan Utama

Warga yang merekam video menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih lokasi pembuangan berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan Sepatnunggal dengan Sodonghilir.

“Bukan masalah tanah punya siapa, ini pinggir jalan utama dari Sepatnunggal ke Sodong. Kan ada dana pengelolaan lahan sampah,” ujar perekam.

Ia juga menyoroti dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan, seperti bau tidak sedap hingga potensi munculnya lalat jika sampah dibiarkan terlalu lama, apalagi saat musim hujan.

“Ini aja udah bau, pinggir jalan pula. Coba kalau hujan, ada lalat,” tambahnya.

Akan Diambil Kembali

Menanggapi teguran tersebut, sopir mobil SPPG menyatakan akan mengambil kembali sampah yang telah dibuang di lokasi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Rekomendasi

Terkini

X