Sering Dianggap Menyehatkan, Mengorek Telinga Terus-Menerus Dengan Cotton Bud Timbulkan 3 Risiko Ini

photo author
Muhammad Fauzi LB, Liputan Bekasi
- Selasa, 3 Januari 2023 | 21:08 WIB
Ilustrasi cotton bud, alat yang paling banyak digunakan orang untuk membersihkan telinga. (3588576 via pixabay.com)
Ilustrasi cotton bud, alat yang paling banyak digunakan orang untuk membersihkan telinga. (3588576 via pixabay.com)
 
LIPUTANBEKASI.COM - Mengorek telinga dengan cotton bud merupakan cara yang paling banyak digunakan orang-orang dalam membersihkan telinga.
 
Mengorek telinga dianggap kebanyakan orang sebagai aktivitas yang mengasyikkan dan menyehatkan karena banyaknya kotoran yang terangkat.
 
Dengan mengorek telinga, mereka akan merasa puas karena telinganya telah bersih.
 
Di balik kenikmatan tersendiri dari kebiasaan tersebut, mengorek telinga memiliki banyak risiko atau bahaya bagi kesehatan kita, terlebih apabila dilakukan secara terus-menerus.
 
Oleh sebab itu, kita tidak perlu mengorek telinga terus-menerus.
 
Telinga merupakan organ tubuh yang mampu membersihkan dirinya sendiri tanpa alat bantu apa pun.
 
Telinga memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan organ tubuh lainnya.
 
Organ tubuh ini telah dirancang untuk mencegah masuknya kotoran.
 
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya liang telinga yang bersudut yang memungkinkan sulitnya kotoran untuk memasuki organ tubuh ini.
 
Di samping itu, telinga juga menghasilkan serumen, yakni getah yang bertekstur lengket dan berwarna cokelat kekuningan.
 
Getah tersebut biasanya menempel pada cotton bud ketika kita mengorek telinga.
 
Namun, kebanyakan orang ternyata salah kaprah dalam menganggap serumen.
 
Mereka menganggap serumen merupakan sesuatu yang menjijikkan dan mengotori telinga, sehingga harus dikeluarkan dengan menggunakan cotton bud.
 
Mereka tidak menyadari bahwa serumen sejatinya berfungsi menangkap kotoran yang akan masuk dan mengeluarkannya apabila sudah kering.
 
Selain itu, getah ini mampu melindungi dan melumasi telinga sehingga telinga kita tidak terasa gatal dan kering.
 
Serumen sering kali menyumbat telinga, sehingga kebanyakan orang memutuskan untuk mengangkatnya dengan cotton bud.
 
Apabila dilakukan secara terus-menerus, telinga kita akan terasa sakit.
 
Selain mengalami rasa sakit di area tersebut, berikut adalah tiga risiko yang ditimbulkan dari kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud secara terus-menerus:
 
 
Ketika mengorek telinga, kita bisa saja memasukkan bakteri baru ke dalam organ tersebut.
 
Di samping itu, kita juga memasukkan kotoran ke bagian telinga yang lebih dalam.
 
Alih-alih mengeluarkan kotoran, aktivitas ini justru memasukkannya ke dalam telinga, bersamaan dengan kuman dan bakteri.
 
Apabila cotton bud masuk ke area gendang telinga, maka akan mengakibatkan kerusakan pada organ ini.
 
Pasalnya, gendang telinga merupakan bagian yang sangat sensitif.
 
2. Infeksi
 
Mengorek telinga secara terus-menerus dapat menyebabkan infeksi di area tubuh tersebut.
 
Infeksi biasanya terasa seperti bisul bernanah di liang telinga, kelenjar rambut, hingga bagian telinga tengah di belakang gendang.
 
Makin banyak nanah yang keluar, makin tinggi pula kemungkinan pecahnya gendang telinga.
 
Apabila gendang telinga pecah atau rusak, sistem pendengaran kita tidak berfungsi dengan baik.
 
3. Pendarahan pada telinga
 
Jika kita mengorek telinga dengan keras atau hingga memasuki area yang lebih dalam, dinding pada area tubuh tersebut akan mengalami luka dan pendarahan.
 
Selain itu, kita akan mengalami trauma karena melakukan hal itu.
 
Sebagaimana yang dijelaskan di poin pertama, gendang telinga merupakan bagian telinga yang sangat sensitif, sehingga tidak boleh dimasuki benda asing sedikit pun, termasuk cotton bud. ***
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hani Subakti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X