LIPUTANBEKASI.COM - Mengorek telinga dengan cotton bud merupakan cara yang paling banyak digunakan orang-orang dalam membersihkan telinga.
Mengorek telinga dianggap kebanyakan orang sebagai aktivitas yang mengasyikkan dan menyehatkan karena banyaknya kotoran yang terangkat.
Dengan mengorek telinga, mereka akan merasa puas karena telinganya telah bersih.
Di balik kenikmatan tersendiri dari kebiasaan tersebut, mengorek telinga memiliki banyak risiko atau bahaya bagi kesehatan kita, terlebih apabila dilakukan secara terus-menerus.
Oleh sebab itu, kita tidak perlu mengorek telinga terus-menerus.
Telinga merupakan organ tubuh yang mampu membersihkan dirinya sendiri tanpa alat bantu apa pun.
Telinga memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan organ tubuh lainnya.
Organ tubuh ini telah dirancang untuk mencegah masuknya kotoran.
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya liang telinga yang bersudut yang memungkinkan sulitnya kotoran untuk memasuki organ tubuh ini.
Di samping itu, telinga juga menghasilkan serumen, yakni getah yang bertekstur lengket dan berwarna cokelat kekuningan.
Getah tersebut biasanya menempel pada cotton bud ketika kita mengorek telinga.
Namun, kebanyakan orang ternyata salah kaprah dalam menganggap serumen.
Mereka menganggap serumen merupakan sesuatu yang menjijikkan dan mengotori telinga, sehingga harus dikeluarkan dengan menggunakan cotton bud.
Mereka tidak menyadari bahwa serumen sejatinya berfungsi menangkap kotoran yang akan masuk dan mengeluarkannya apabila sudah kering.
Selain itu, getah ini mampu melindungi dan melumasi telinga sehingga telinga kita tidak terasa gatal dan kering.
Serumen sering kali menyumbat telinga, sehingga kebanyakan orang memutuskan untuk mengangkatnya dengan cotton bud.
Apabila dilakukan secara terus-menerus, telinga kita akan terasa sakit.
Selain mengalami rasa sakit di area tersebut, berikut adalah tiga risiko yang ditimbulkan dari kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud secara terus-menerus:
1. Dapat merusak telinga
Ketika mengorek telinga, kita bisa saja memasukkan bakteri baru ke dalam organ tersebut.
Di samping itu, kita juga memasukkan kotoran ke bagian telinga yang lebih dalam.
Alih-alih mengeluarkan kotoran, aktivitas ini justru memasukkannya ke dalam telinga, bersamaan dengan kuman dan bakteri.
Apabila cotton bud masuk ke area gendang telinga, maka akan mengakibatkan kerusakan pada organ ini.
Pasalnya, gendang telinga merupakan bagian yang sangat sensitif.
2. Infeksi
Mengorek telinga secara terus-menerus dapat menyebabkan infeksi di area tubuh tersebut.
Infeksi biasanya terasa seperti bisul bernanah di liang telinga, kelenjar rambut, hingga bagian telinga tengah di belakang gendang.
Makin banyak nanah yang keluar, makin tinggi pula kemungkinan pecahnya gendang telinga.
Apabila gendang telinga pecah atau rusak, sistem pendengaran kita tidak berfungsi dengan baik.
3. Pendarahan pada telinga
Jika kita mengorek telinga dengan keras atau hingga memasuki area yang lebih dalam, dinding pada area tubuh tersebut akan mengalami luka dan pendarahan.
Selain itu, kita akan mengalami trauma karena melakukan hal itu.
Sebagaimana yang dijelaskan di poin pertama, gendang telinga merupakan bagian telinga yang sangat sensitif, sehingga tidak boleh dimasuki benda asing sedikit pun, termasuk cotton bud. ***
Artikel Terkait
Boy William Ingin Belajar Bahasa Isyarat, Iya Mengakui Telinga Kirinya Tidak Berfungsi Dengan Baik
10 Cara Rambut Tetap Lembut dan Halus, Wajib Kamu Ketahui Agar Rambut Tetap Sehat
4 Manfaat Perawatan Rambut, Lakukan Secara Rutin Perawatan Rambut Agar Rambut Sehat
Tips dan Trik Memilih Vitamin Rambut, Agar Tetap Sehat Perhatikan Vitamin Rambutmu
Semasa Hidupnya Hanya Sakit 2 Kali! Beginilah Tips dan Trik Sehat Ala Baginda Rasulullah saw.
7 Pedoman Islam Untuk Hidup Sehat Sejalan Dengan Ilmu Pengetahuan
Ingin Terjaga Sehat? Rutinkan 4 Kegiatan ini di Pagi Hari