Mengenal sindrom kaki gelisah yang bikin penderita tak bisa diam, apakah bisa sembuh?

photo author
Muhammad Fauzi LB, Liputan Bekasi
- Sabtu, 31 Desember 2022 | 13:31 WIB
Ilustrasi sindrom kaki gelisah yang membuat penderitanya tidak nyaman saat diam.
Ilustrasi sindrom kaki gelisah yang membuat penderitanya tidak nyaman saat diam.
 
LIPUTANBEKASI.COM - Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome(RLS) adalah kondisi yang memungkinkan seseorang merasakan sensasi tidak nyaman saat diam, misal duduk dan berbaring dalam waktu yang lama, serta memiliki keinginan untuk menggerakkan kaki.
 
Sindrom kaki gelisah menyebabkan penderitanya berjalan-jalan tiada henti.
 
Seseorang yang mengalami sindrom kaki gelisah biasanya akan merasakan sensasi geli, gatal, bergetar, berdenyut, atau terbakar pada telapak kaki kanan atau kiri bagian bawah (sekitar jemari) saat diam.
 
Bahkan, sensasi-sensasi itu dapat menjalar ke area lainnya, seperti kepala, tangan, atau dada.
 
Penderita sindrom kaki gelisah pada umumnya mengalami insomnia atau kesulitan tidur karena merasa tidak nyaman dengan sensasi tersebut.
 
 
Jika gejala tersebut berlanjut, penderita akan mengalami gangguan tidur sehingga produktivitasnya menurun.
 
Dengan demikian, gejala sindrom kaki gelisah akan makin parah pada malam hari, sedangkan keadaan tersebut seakan-akan telah mereda pada pagi harinya.
 
Penyakit tersebut bisa saja terjadi pada setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda.
 
Namun, perempuan dengan usia 40 tahun ke atas memiliki kemungkinan lebih besar mengidap penyakit ini.
 
Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti yang melatarbelakangi sindrom kaki gelisah.
 
Sejumlah ahli medis berpendapat penyakit ini disebabkan obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan pada penderita gangguan kejiwaan, serta antihistamin.
 
Di samping itu, kekurangan vitamin B12, kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, penyakit Parkinson, kondisi tertentu pada masa kehamilan pada wanita, depresi, dan penyakit ginjal stadium lanjut juga menjadi hal-hal yang mungkin menyebabkan seseorang mengidap RLS.
 
Untuk penderita Parkinson sendiri, sangatlah mungkin bagi dirinya untuk mengalami gejala tersebut.
 
Pasalnya, salah satu bagian otak yang seharusnya memproduksi hormon dopamin untuk mengendalikan gerakan otot dan tubuh, justru tidak berfungsi dengan normal.
 
Dengan demikian, gerakan otot dan tubuh menjadi tidak terkendali.
 
 
Hal tersebut memungkinkan penderitanya merasakan sensasi tidak nyaman saat diam dan menginginkan segera beranjak dari kursi atau tempat tidur untuk berjalan-jalan ke segala arah tanpa henti.
 
Hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang tersebut.
 
Namun, penderita sindrom kaki gelisah dapat diresepkan obat-obatan untuk penderita Parkinson yang bekerja meningkatkan sistem dopamin di otak.
 
Di samping itu, obat tidur yang mengandung benzodiapine serta obat yang mengandung kalsium juga membantu meringankan gejala tersebut.
 
 
Perlu diingat, obat-obatan tersebut belum terbukti keefektifannya dalam menyembuhkan sindrom kaki gelisah.
 
Obat-obatan itu juga tidak dapat dikonsumsi dengan sembarangan atau harus membutuhkan resep dokter.
 
Jika disebabkan efek samping obat-obatan tertentu, kondisi tersebut dapat mereda dalam waktu beberapa hari atau minggu.
 
Sementara itu, apabila penyakit tersebut karena keadaan medis tertentu yang memungkinkan penderita mengalaminya dalam waktu lama, disarankan untuk menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X