Tak banyak orang tahu, pendarahan otak dapat dicegah dengan 4 cara ini

photo author
Muhammad Fauzi LB, Liputan Bekasi
- Kamis, 29 Desember 2022 | 19:22 WIB
Ilustrasi pembuluh arteri otak. Seseorang akan mengalami pendarahan otak apabila pembuluh arteri otak pecah.
Ilustrasi pembuluh arteri otak. Seseorang akan mengalami pendarahan otak apabila pembuluh arteri otak pecah.
LIPUTANBEKASI.COM - Pendarahan otak merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling serius.
 
Pendarahan otak merupakan salah satu jenis stroke yang disebut juga brain hemorrage.
 
Pendarahan otak terjadi karena pembuluh arteri otak pecah.
 
Keadaan tersebut dapat mengakibatkan pendarahan lokal di jaringan-jaringan sekitar otak dan tidak berfungsinya sel-sel pada area ini.
 
Pendarahan otak juga dapat mengakibatkan pembengkakan dan iritasi pada jaringannya.
 
Selanjutnya, pendarahan itu menimbulkan gumpalan, yang akhirnya menghambat jaringan otak dan memengaruhi peredaran darah di sekitarnya.
 
Akibatnya, peredaran darah yang tidak lancar, membuat sel-sel otak tidak berfungsi karena tidak mendapatkan asupan oksigen dan makanan.
 
 
Kemarin, kabar buruk datang dari salah satu selebritas ternama di Tanah Air.
 
Dia adalah Indra Bekti, yang mengalami gejala pendarahan otak setelah pingsan di kamar mandi saat mengisi acara di sebuah stasiun radio, Rabu 28 Desember 2022, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-45.
 
Hingga saat ini, dia masih belum sadarkan diri dan dirawat di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.
 
Kejadian yang menimpa artis tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendarahan otak tak dapat dipandang remeh oleh kita.
 
Pendarahan otak paling sering dialami oleh kelompok pria usia dewasa.
 
Namun, bukan berarti di luar kelompok tersebut terhindar dari risiko penyakit ini.
 
Setiap orang harus tetap waspada terhadap penyakit yang berbahaya, bahkan mematikan yang satu ini.
 
Adapun pendarahan otak memiliki gejala-gejala umum antara lain sakit kepala hebat yang mendadak, kelemahan pada lengan serta kaki, mual atau muntah, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, dan kesulitan menelan.
 
Sementara itu, penyebab pendarahan otak meliputi trauma pada kepala, tekanan darah tinggi, aneurisma (pelemahan serta pembengkakan dinding pembuluh darah), dan kelainan pembuluh darah.
 
Pendarahan otak memang perlu penanganan khusus dan tepat, sehingga kita perlu mencegahnya sejak dini.
 
Berikut adalah empat cara mencegah pendarahan otak yang mengancam keselamatan kita:
 
 
Kebiasaan merokok dapat memicu datangnya berbagai penyakit serius, seperti pendarahan otak.
 
Pasalnya, rokok mengandung bahan nikotin yang memungkinkan para penggunanya ketagihan dan merasa ingin menghisapnya.
 
Jika dibiarkan terus-menerus, nikotin akan merusak dan menghancurkan sel-sel otak.
 
Oleh karena itu, kita harus menghindari dan menghentikan kebiasaan merokok demi terhindar dari penyakit mematikan tersebut.
 
 
2. Menghindari benturan keras
 
Kita harus menghindari benturan keras sebisa mungkin, seperti benturan pada lantai, dinding, aspal, dan lain-lain.
 
Benturan tersebut dapat menyebabkan cedera kepala yang akan berujung pada pendarahan otak.
 
Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati saat berjalan di atas lantai yang licin atau mengendarai helm saat mengendarai sepeda motor.
 
3. Mengendalikan stres
 
Stres pada umumnya memengaruhi sistem-sistem hormon pada tubuh.
 
Hormon kortisol dan adrenalin mengalami kenaikan saat dilanda stres.
 
Menurut pakar neurosains, dr Tauhid Nur Azhar, kenaikan hormon kortisol dapat menyebabkan fluktuasi adrenalin.
 
Keadaan itulah yang berujung pada tidak stabilnya ritme darah dan rusaknya endotel pembuluh darah.
 
Dengan demikian, stres dapat mengakibatkan pendarahan otak secara perlahan-lahan.
 
Oleh karena itu, kita harus mengelola dan mengendalikan stres, dengan bersikap lebih tenang saat menghadapi masalah.
 
Dengan mengelola stres, kita akan terhindar dari risiko pendarahan otak yang fatal.
 
 
4. Menjaga tekanan darah
 
Riset menunjukkan bahwa 80 persen penderita pendarahan otak memiliki tekanan darah yang tinggi.
 
Oleh karena itu, kita perlu menjaga tensi darah dan memantaunya dengan memeriksa kondisi tersebut ke dokter secara rutin.
 
Di samping itu, kita harus menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran tertentu, seperti melon, semangka, dan yoghurt.
 
Dengan menerapkan pola hidup sehat di atas, kita terhindar dari sejumlah gangguan kesehatan serius, salah satunya adalah pendarahan otak. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Riset Mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X