Perlu tahu, ini 5 tips menulis cerpen bagi pemula

photo author
Muhammad Fauzi, Liputan Bekasi
- Kamis, 15 Desember 2022 | 20:29 WIB
ilustrasi buku cerita Sumber foto: Suzy Hazelwood via pexels.com
ilustrasi buku cerita Sumber foto: Suzy Hazelwood via pexels.com
LIPUTANBEKASI.COM - Cerita pendek atau cerpen adalah karya sastra fiksi berbentuk prosa yang berisi menceritakan kehidupan beberapa tokoh berikut konflik dan penyelesaiannya secara ringkas dan padat.
 
Cerpen biasanya berisi kurang dari sepuluh ribu kata.
 
Cerpen pada umumnya memiliki tiga struktur, yakni orientasi (pengenalan tokoh, komplikasi (puncak masalah), dan resolusi (penyelesaian).
 
Ketika menulis cerpen, kita harus memperhatikan penggunaan kata dan tata bahasa sesuai kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) V.
 
Di samping itu, kita harus membuat cerita yang menarik dengan alur yang runut sehingga para pembaca menikmati dan turut merasakan apa yang terjadi dalam cerpen.
 
 
Bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk membuat sebuah karya sastra yang menarik dan berkualitas, terlebih penulis pemula.
 
Pasalnya, kita membutuhkan keahlian khusus dalam membuat karya tersebut.
 
Di samping itu, kita harus banyak membaca cerpen atau novel karya penulis ternama nasional, bahkan mancanegara agar dapat mendapatkan ide yang menarik dan menggunakan diksi-diksi yang beragam.
 
Namun, menulis cerpen juga bukanlah hal yang sangat rumit jika telah mengetahui dasar-dasarnya.
 
Berikut adalah lima tips menulis cerpen yang menarik bagi pemula:
 
1. Menentukan ide cerita
 
Kita dapat menentukan ide atau gagasan cerita sebelum menulis cerpen.
 
Ide cerita dapat diambil dari hal-hal sederhana di sekitar kita.
 
Misal, kehidupan sehari-hari keluarga, teman, dan tetangga yang bisa dijadikan pembelajaran yang berharga bagi pembacanya.
 
Selain itu, kita dapat mengangkat pengalaman pribadi yang berkesan sebagai ide cerpen.
 
Pengalaman kita dapat dipadukan dengan kisah-kisah lain yang bersifat fiktif agar ceritanya lebih menarik.
 
 
2. Menggunakan gaya bahasa sederhana
 
Kita dapat menulis cerpen dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti para pembaca.
 
Pembaca dapat merasakan apa yang terjadi dalam cerita melalui diksi-diksi ringan yang digunakan.
 
Kita dapat menggunakan kata-kata sendiri agar lebih mudah dalam mendeskripsikan suasana pada cerita, tanpa harus mengikuti diksi-diksi indah ala penulis atau penyair ternama.
 
3. Membuat alur cerita
 
Kita dapat membuat alur cerita dengan menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan berdasarkan ide yang telah ditentukan.
 
Setelah itu, kita dapat menulis narasi dan dialog secara lengkap.
 
Dengan demikian, kita dapat membuat cerpen dengan mudah apabila alur ceritanya sudah ditentukan.
 
4. Lakukan self editing
 
Setelah menulis cerpen, jangan lupa untuk melakukan self editing atau mengedit naskah secara mandiri.
 
Kita harus mengecek ulang ketepatan penggunaan tanda baca, kalimat, ejaan kata, diksi, kaidah bahasa, dan sebagainya.
 
Selain itu, kita dapat meninjau kembali isi cerita sampai selesai.
 
Apabila terdapat kesalahan, kita bisa segera memperbaikinya agar kata atau kalimatnya sesuai dengan kaidah EYD V dan cerita yang disajikan logis atau masuk akal.
 
Dengan melakukan editing dengan baik dan benar, naskah kita akan menarik dan dibaca banyak orang.
 
5. Banyak membaca dan berlatih
 
Yang terakhir adalah banyak membaca dan berlatih menulis cerpen.
 
Kita dapat menulis cerpen secara terus-menerus agar menjadi penulis yang profesional.
 
Makin sering berlatih, makin baik pula tulisan kita saking terbiasanya.
 
Kita bisa menjadikan EYD V dan novel karya penulis ternama sebagai referensi.
 
Dengan banyak membaca referensi tersebut, kita dapat menulis cerpen dengan diksi yang indah dan alur cerita yang menarik. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: riset mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X