Berhentilah Mulai Sekarang, Merry Riana Beberkan 5 Perasaan Negatif Ini yang Hambat Seseorang untuk Maju

photo author
Muhammad Fauzi, Liputan Bekasi
- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:37 WIB
Salah satu motivator ternama di Indonesia, Merry Riana. Sumber foto: instagram.com/merryriana
Salah satu motivator ternama di Indonesia, Merry Riana. Sumber foto: instagram.com/merryriana
LIPUTANBEKASI.COM - Setiap manusia pada hakikatnya ingin lebih maju dari saat-saat sebelumnya.
 
Setiap manusia yang ingin lebih maju harus bekerja keras dan berusaha dengan giat agar mencapai tujuan.
 
Setiap manusia yang ingin lebih maju harus menjauhi dari sifat keluh kesah dan putus asa yang dapat menghambat perjuangan dalam meraih cita-cita.
 
Dalam hal ini, kita harus siap menghadapi semua kenyataan, termasuk yang terburuk sekalipun.
 
Kita harus menyikapi kegagalan yang sewaktu-waktu terjadi dengan lapang dada dan menganggapnya sebagai cambuk agar dapat berjuang lebih maksimal.
 
Dalam mencapai tujuan yang diharapkan, kita harus berpikir positif dan memiliki optimisme yang tinggi.
 
 
Namun, beberapa perasaan negatif kerap menggerogoti hati sehingga kita mudah menyerah dan enggan untuk melanjutkan perjuangan hidup.
 
Seperti yang dikatakan Merry Riana dalam kanal resmi YouTube-nya, terdapat lima perasaan negatif yang menjadi penghambat seseorang untuk melangkah lebih maju.
 
Kita harus menghindari dan membuang perasaan tersebut jauh-jauh.
 
Berikut adalah lima perasaan negatif yang wajib kita hindari:
 
1. Tidak enakan kepada orang lain
 
Perasaan tidak enakan kepada orang lain sebenarnya merupakan hal yang baik.
 
Seseorang yang memiliki perasaan tersebut menandakan dirinya memiliki rasa empati yang tinggi.
 
Namun, perasaaan tidak enakan secara berlebihan ini berdampak buruk bagi kesehatan mental kita.
 
Jika tidak dapat mengendalikannya, menurut Merry, kita akan selalu mementingkan orang lain.
 
Sifat tidak enakan akan menumbuhkan sifat ketidakpercayaan pada diri kita sendiri.
 
Kita selalu mengikuti pendapat dan keputusan orang lain begitu saja, walaupun tidak sesuai dengan kata hati.
 
Dengan kata lain, kebutuhan diri kita sendiri selalu dinomorduakan.
 
 
"Kamu ingin memberikan yang terbaik, berbagi, tapi seringkali sifat nggak enakan ini juga bisa membuatmu nggak yakin dengan diri sendiri. Kamu akan cenderung mengikuti pendapat dan keputusan orang lain, meskipun itu nggak sesuai kata hati, pemikiran, dan pendapat," tegas seorang pengusaha dan motivator keturunan Tionghoa ini.
 
Oleh karena itu, kita harus memiliki pendirian yang teguh dan mengikuti apa kata hati, tanpa harus mengikuti kebanyakan orang.
 
2. Pasrah
 
Pasrah dalam hal ini berarti putus asa.
 
Orang-orang yang pasrah atau putus asa biasanya tidak bersemangat dalam menjalani hidup.
 
Selain itu, mereka mempunyai pemikiran bahwa Tuhan telah mengatur hidup kita, sehingga tidak perlu bersusah payah lagi demi mencapai tujuan.
 
"Orang yang pasrah itu biasanya memiliki pemikiran 'Ya sudahlah, toh hidup ini sudah ada yang ngatur. Apa yang terjadi ya udah terjadi'," ungkap wanita berusia 42 tahun ini.
 
Merry menekankan, walau Tuhan telah mengatur jalan hidup setiap manusia, bukan berarti kita tidak melakukan apa pun atau berpangku tangan.
 
 
Sebab, Tuhan telah membekali pikiran, tenaga, dan akal budi kepada kita agar dapat melewati perjalanan hidup.
 
Kita harus berusaha semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimiliki agar dapat lebih maju.
 
Setiap manusia berhak menentukan jalan hidup masing-masing yang akan menjadi kunci kesuksesan di masa mendatang.
 
3. Mudah tersulut emosi
 
Jika seseorang mudah marah atau tersulut emosi, niscaya kecerdasan akan menurun.
 
Perasaan negatif tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan mental kita.
 
Kita akan menganggap kritik sebagai serangan yang akan menjatuhkan harga diri.
 
Padahal kritik atau masukan dari orang lain adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh kita agar dapat lebih maju.
 
Merry menegaskan, kita tidak boleh mudah tersinggung dengan adanya kritik.
 
Pasalnya, orang lain sejatinya ingin membuat diri kita lebih baik dari sebelumnya.
 
"Jangan mudah tersinggung, jangan baperan. Uji kembali kritikan tersebut karena masukan-masukan itu baik, sehingga kamu bisa olah. Itulah (kritik) juga salah satu dari banyak hal yang bisa membuat kamu lebih baik lagi," pesan wanita kelahiran 29 Mei 1980 tersebut.
 
4. Rendah diri
 
Perasaan rendah diri berarti pemikiran bahwa seseorang merasa tidak berguna.
 
Padahal, Tuhan telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya.
 
Setiap manusia memiliki bakat dan kemampuannya masing-masing.
 
Menurut motivator tersebut, perasaan rendah diri harus dihentikan.
 
Sebab, anggapan bahwa diri sendiri lebih buruk hanya dalam permainan pikiran seseorang.
 
"Kalau kamu pernah ada pemikiran seperti itu, hari ini saya bilang stop. Semua itu tidak benar, hanyalah permainan pikiran kamu. Jangan mengulang-ulang pemikiran itu," tegas istri dari Alva Christopher Tjenderasa ini.
 
Jika merasa rendah diri, kita akan sama halnya dengan orang-orang yang tidak menghargai Tuhan yang telah menciptakan manusia dalam wujud yang lebih baik dibandingkan makhluk-makhluk lain.
 
5. Perasaan moody
 
Orang-orang dengan perasaan moody biasanya malas untuk melakukan sesuatu dengan dalih mood yang sedang tidak baik.
 
Kita tidak perlu menunggu mood yang baik dalam memulai suatu pekerjaan.
 
Kita harus menciptakan mood sebisa mungkin agar terus bersemangat dalam bekerja keras demi tercapainya tujuan.
 
Perasaan moody ini kerap dijadikan alasan sebagian orang untuk menunda-nunda waktu.
 
Kita akan melakukan sabotase terhadap diri sendiri jika membiarkan perasaan ini terus-menerus.
 
Oleh karena itu, kita harus mengerjakan sesuatu karena ketekunan dan kedisiplinan, bukan mood belaka.
 
"Perasaan nggak mood membuat kamu menunda pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini juga merupakan salah satu bentuk sabotase terhadap diri kamu, Tulis apa yang harus kamu kerjakan. Ingat, kerjakan bukan hanya karena mood-an, tapi karena ketekunan dan kedisiplinan," pungkas salah satu lulusan Universitas Teknologi Nanyang Singapura ini.***
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: YouTube Merry Riana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X