4 Fakta Menarik Munculnya Rasa Bete pada Remaja hingga Pengertian Hati Manusia Menurut Imam al-Ghazali

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Minggu, 13 November 2022 | 13:23 WIB
Rasa Bete Muncul Tiba-Tiba Tanpa Sebab, Hal Ini Seringkali Dialami Para Remaja  Sumber Foto: Pexels. com
Rasa Bete Muncul Tiba-Tiba Tanpa Sebab, Hal Ini Seringkali Dialami Para Remaja Sumber Foto: Pexels. com
LIPUTANBEKASI.COM - Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan bete alias bad temperated? Sedikit-sedikit bete, mau marah, enggak percaya diri, enggak mood, bahkan stress. 
 
Namun, kamu enggak bisa memahami perasaan yang sedang kamu hadapi. 
 
Yup! Semua orang pasti mengalami hal itu, terutama saat kamu masih remaja
 
Makanya, sering ada sebutan ABG Labil. Kenapa sih remaja sering banget tiba-tiba bete? 
 
Di masa remaja kamu mengalami masa-masa perubahan yang sangat pesat, baik dari segi fisik, sikap, dan perilaku. 
 
 
Karena itu suasana kejiwaan kamu suka berubah tanpa sebab. 
 
Secara psikologis, ada beberapa perubahan yang bersifat umum dalam diri remaja yang perlu diketahui. 
 
Perubahan-perubahan itulah yang berpengaruh terhadap rasa emosional yang timbul. 
 
Berikut ini 4 fakta menarik mengenai munculnya rasa bete yang tiba-tiba pada remaja, tanda perubahan yang menjadi sebab timbulnya rasa bete, antara lain:
 
 
1. Emosi Meninggi
 
Meningginya emosi yang jumlahnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis. 
 
2. Selalu Merasa Terbebani Masalah
 
Perubahan tubuh, minat, dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial dapat menimbulkan masalah baru. 
 
Para remaja beranggapan bahwa masalah baru yang timbul tampaknya akan lebih banyak dan sulit diselesaikan dibandingkan sebelumnya. 
 
Hal ini akan membuat para remaja terus merasa terbebani masalah, sampai akhirnya ia sendiri yang menyelesaikan masalahnya. 
 
 
3. Perubahan Nilai-Nilai
 
Perubahan Nilai-Nilai yang dimaksud adalah hal-hal di masa kanak-kanak yang dianggap penting tetapi dianggap menjadi tidak penting lagi ketika beranjak remaja. 
 
4. Bersikap Ambivalen
 
Sebagian remaja bersikap ambivalen (bercabang dua yang saling bertentangan) terhadap setiap perubahan. Selalu menuntut kebebasan. 
 
Tapi, bersamaan dengan itu mereka juga sering takut bertanggung jawab akan akibatnya dan meragukan kemampuannya untuk dapat mengatasi tanggung jawab itu. 
 
Ternyata itulah keempat perubahan mendasar itulah yang menyebabkan remaja mudah sekali bete. 
 
Masa-masa seperti ini sering jadi masalah yang sulit teratasi oleh para remaja laki-laki maupun perempuan. 
 
Adapun beberapa alasan kuat yang mengakibatkan masalah sangat sulit diatasi sendiri oleh para remaja. 
 
Pertama, karena semasa kanak-kanak, masalah anak sebagian besar diselesaikan oleh orang tua dan guru. 
 
 
Sehingga kebanyakan para remaja enggak berpengalaman dalam mengatasi masalah. 
 
Kedua, karena para remaja merasa diri mereka bisa mandiri. Sehingga mereka cenderung ingin mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan orang tua dan guru. 
 
Oleh karena itu, masa remaja ini bisa dikatakan sebagai masa mencari identitas atau juga sebagai masa penyesuaian diri. 
 
Hingga banyak remaja yang sering merasa enggak puas diri dan selalu ingin dikenal oleh orang lain (menunjukkan eksistensi diri). 
 
Sebenarnya masalah bete ini juga enggak terlepas dari urusan hati, lho! Di dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan bahwa Allah SWT. telah menciptakan hati manusia itu berbolak balik. 
 
Artinya bahwa hati manusia mudah sekali berubah kecenderungannya. Itulah salah satu kelebihan manusia dari penciptaan Allah yang kamu enggak sadari. 
 
Menurut Imam Al-Ghazali, hati manusia itu mengandung 3 pengertian, yaitu antara lain dijelaskan sebagai berikut. 
 
1. Pengertian Pertama
 
Hati adalah segumpal daging yang di dalamnya ada lubang dan di dalam lubang itu ada darah hitam (dalam ilmu kedokteran disebut liver). 
 
2. Pengertian Kedua
 
Hati adalah sesuatu yang halus (lathifah) dan bersifat ke-Tuhanan (rabbaniyah). 
 
3. Pengertian Ketiga
 
Hati adalah nafs yang di dalamnya terhimpun dalam berbagai jenisnya. Ada yang disebut nafs muthmainnah.
 
Yang artinya memiliki jiwa yang tenang, suka berdzikir, serius tapi santai, lapang, sabar, pemaaf, dan sebagainya. 
 
Namun, ada juga yang disebut nafs lawwamah artinya jiwa yang suka mencela, suka mengeluh, menghina orang lain, jutek, bete, dan sebagainya. 
 
Yang paling buruk adalah nafs amarah bissuu'l artinya jiwa yang selalu menurut mengikuti keburukan, misalnya suka memfitnah, iri dengki, merusak, dan sebagainya. 
 
Nah, kondisi hati tersebutlah yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku kita secara keseluruhan. 
 
Bila hati kita bersih dan sadar, maka kan melahirkan sifat-sifat kemanusiaan kita yang tinggi. 
 
Kita akan selalu berparsangka baik, enggak cepat marah dan selalu berbuat baik. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Buku Bye Bye Bete Karya Shafira.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X