LIPUTANBEKASI.COM - Erotomania adalah salah satu gangguan kejiwaan yang memungkinkan penderita tersebut beranggapan ada orang yang menyukai mencintai dirinya, padahal kenyataannya tidaklah demikian.
Bahkan, penderita erotomania beranggapan ada selebritas atau tokoh penting lain yang menyukai dirinya, padahal keduanya belum saling mengenal dan berjumpa sebelumnya.
Erotomania timbul saat seseorang melakukan fantasi, mendengar berita, dan melihat media sosial milik seseorang yang dikaguminya.
Erotomania tidak hanya terjadi pada kaum wanita, melainkan juga terjadi pada pria.
Kemungkinan besar gangguan kejiwaan tersebut disebabkan oleh faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan.
Selain penyebab di atas, erotomania juga disebabkan gangguan kejiwaan lainnya seperti skizofrenia, bipolar, depresi, dan gangguan kepribadian ambang.
Gagalnya mengelola stres dan trauma yang berlebihan terhadap suatu peristiwa turut menyumbang gejala erotomania.
Selain beranggapan ada orang tertentu yang mencintainya, penderita erotomania juga menunjukkan gejala-gejala lain seperti berikut:
- Membicarakan orang yang dianggap menyukai atau mencintainya dirinya berulang kali.
- Berusaha mencari informasi dan terus membayangkan orang yang dianggap mencintainya.
- Berusaha berkomunikasi dengan orang yang dianggap mencintainya, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun surat.
- Menaruh perasaan cemburu terhadap orang lain yang mempunyai hubungan dengan orang yang dianggap mencintainya.
- Meyakini orang yang dianggap mencintainya berusaha berkomunikasi dengan dirinya melalui tatapan mata, gestur tubuh, hingga status di media sosial.
Penderita erotomania yang juga memiliki gangguan kejiwaan lainnya, seperti skizofrenia dan bipolar, akan menunjukkan gejala psikosis.
Gejala ini ditandai dengan delusi atau waham yang makin parah dengan tiba-tiba, berbicara dengan sangat cepat, sulit tidur, bahkan berani melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatan penderita itu sendiri demi orang yang dianggap mencintainya.