LIPUTANBEKASI.COM - YouTuber sekaligus mantan pesulap, Deddy Corbuzier, mengkritik keras pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Deddy Corbuzier menyayangkan pihak KPI tidak melakukan tindakan tegas terhadap sejumlah acara televisi yang mengundang Fajar Sadboy akhir-akhir ini.
Deddy Corbuzier lantas membandingkan perlakuan KPI terhadap acara televisi yang pernah dipandu oleh dirinya dengan acara talkshow lainnya yang mengundang remaja yang tengah viral tersebut.
Menurut Deddy, acara televisi yang pernah dibawakannya pernah mendapatkan teguran dari KPI sesaat setelah mengundang remaja berprestasi, karena dinilai telah mengeksploitasi anak-anak.
"Pertanyaan saya, bukan masalah Fajar diundang di sini apa enggak. Bukan itu! Permasalahannya ada pada saat dia ada di TV, mana KPI? Kan katanya Anda melindungi hak anak-anak. Saya pernah di Hitam Putih (salah satu acara televisi yang pernah dipandu Deddy) ngundang anak kecil kena KPI. Kena saya, kena!" ucap pria 46 tahun tersebut dengan nada keras.
Penerima pangkat Letnan Kolonel TNI tituler tersebut mempertanyakan tanggung jawab KPI saat sejumlah acara televisi mengundang Fajar Sadboy dan mantannya belakangan ini.
Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sadboy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?" tambah Deddy.
Sebagai informasi, Fajar Sadboy merupakan remaja berusia 15 tahun yang viral di jagad maya karena video tangisannya karena ditinggal mantan pacarnya.
Deddy juga menyebutkan Pasal 29 Peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran.
Peraturan tersebut menegaskan bahwa anak di bawah usia 18 tahun tidak boleh diwawancarai lembaga penyiaran di luar kapasitas mereka.
Di samping itu, lembaga penyiaran wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka.
""Kok enggak ada? Kok (Fajar) masih bisa tetap muncul (di TV)?" ujarnya dengan heran.
Deddy menilai sejumlah acara televisi yang mengundang Fajar merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak-anak.
Eksploitasi tersebut tidak hanya merugikan Fajar, tetapi anak-anak di bawah umur yang turut menyaksikannya.
Suami dari Sabrina Chairunnisa itu berharap akan adanya ketegasan dari pihak yang mengawasi bidang penyiaran tersebut.
"Peraturannya ada, realisasinya mana?" sambung Deddy Corbuzier.
Berdasarkan pantauan Liputanbekasi.com, salah satu postingan yang disematkan di akun Instagram resmi KPI, @kpipusat, tentang cara pengaduan pelanggaran isi siaran, telah dibanjiri 39.266 komentar dari warganet per Rabu 18 Januari 2023 pukul 13.50 WIB.
Sejumlah warganet turut mempertanyakan peran KPI, membandingkan perlakuan lembaga tersebut terhadap sejumlah program televisi lainnya, dan meminta otoritas penyiaran itu bersikap adil terhadap seluruh program televisi.
"Kenapa? KPI kasih kartu kuning sinetron Preman Pensiun, padahal di dalamnya banyak adegan mendidik dari sopan santun dialog para pemain. Tapi sinetron percintaan SMP, SMA, adegan geng motor, perkelahian banyak di sinetron lain," tulis akun @tonogatta yang mendapat 259 likes.
"Katanya komisi, yang seimbang dong, jangan berat sebelah. Kalau salam olahraga (salah satu adegan di sinetron) dilarang, ya semua adegan kekerasan di TV dilarang!" tulis akun @donnyschueren.
"KPI kan harusnya isinya orang-orang berpengetahuan, paham sama standar. Ini yang salah KPI apa pola rekrutmen standar KPI yang rendah?" tulis akun @nadiariantisafitri. ***
Artikel Terkait
Cara Membersihkan dan Merawat Material Kulit di Kabin Mobil
Inilah asal usul nama corona bagi toyota sebelum virus corona keluar
Lima cara sederhana untuk meningkatkan kesehatan usus dan menurunkan berat badan tanpa olahraga
Tips saat hendak simpan sepeda motor anda di rumah
Perubahan generasi ketujuh Mobil Toyota Kijang Innova Zenix lengkap dengan tipe terbaru dan harganya
7 Shio yang Beruntung Menjadi Raja Uang di Tahun Kelinci Air 2023
Menemukan Fakta Menarik Tentang Capybara dan Buaya: Dari Musuh Menjadi Mitra