LIPUTANBEKASI.COM - Setelah berbulan-bulan sebelumnya digosipkan akan membeli platform media sosial Twitter, Elon Musk, sang pendiri perusahaan Tesla tersebut akhirnya resmi dinyatakan membeli platform tersebut.
Ia membelinya dengan harga Rp. 685 Triliun atau 484 Miliar Dollar AS.
Musk menyatakan kepada BBC, bahwa ia memiliki tujuan untuk melestarikan platform media sosial tersebut untuk menjadi media yang mendukung kebebasan berbicara.
Musk juga menyatakan bahwa platform media sosial Twitter memiliki potensi besar yang terpendam. Selain itu, ia juga berencana untuk membersihkan akun-akun spam yang bertebaran di platform media sosial tersebut.
Musk juga melakukan pemecatan pada beberapa beberapa pejabat tinggi Twitter seperti: Chief Executive Officer (CEO) Twitter; Parag Agawal, Chief Financial Officer (CFO) Twitter Ned Segal, dan Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Twitter; Vijaya Gande yang bertanggung jawab dalam penangguhan akun milik Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Setelah diakuisisi oleh Elon Musk, banyak pula pengiklan yang bermitra dengan Twitter yang hengkang untuk mengiklan di platform tersebut seperti Perusahaan Mobil General Motors (GM), dan Ford.
Baca Juga: Sinopsis Film Black Panther : Wakanda Forever, Produksi Marvel Studios
Adapun alasan dari para pengiklan yang hengkang tersebut masih diinfokan karena mereka adalah perusahaan pesaing dari Tesla.
Musk juga membuat perubahan pada bio akun Twitternya menjadi "Chief Twit" atau "Kepala Twit" sesaat setelah ia membeli platform tersebut.
Selama ini, Twitter sering dituduh oleh para pengguna Internet selalu condong kepada akun-akun yang berafiliasi dengan sayap kiri dan liberal yang membuat platform tersebut dianggap menyangkal prinsip kebebasan berpendapat.
Tujuan dari Musk dalam membeli Twitter juga adalah untuk mengubah Twitter menjadi lebih netral kepada para penggunanya.
Musk juga mengirim para teknisi IT dari perusahaannya Tesla untuk mempelajari Kode dari media sosial tersebut dan untuk mengembangkannya. Ia juga berencana untuk mengubah kebijakan Twitter dalam hal kurasi konten.
Konten di Twitter akan dipantau oleh tim yang dipilih untuk menjaga azas kebebasan berpendapat tersebut.
"Dewan" yang ditunjuk oleh Musk ini akan memoderasi konten-konten yang berada di Twitter, dan juga akun-akun yang sebelumnya terkena penangguhan akan dinilai dan akan "dibebaskan oleh penjara Twitter" tambahnya.
Musk Juga menambahkan bahwa: komedi sekarang legal untuk berada di Twitter. Akun-akun yang tekenal karena ditangguhkan oleh Twitter karena cuitannya seperti Kanye West atau Ye dan Donald Trump juga akan dinilai untuk dilepaskan penangguhannya meskipun hal tersebut belum memiliki kepastian.***
Artikel Terkait
Kembali Jadi Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk Kalahkan Bos Amazon
Elon Musk Ingin Membeli Saham Twitter Secara Tunai Senilai Rp588 Triliun
Presiden Jokowi Segera Bertemu Elon Musk di Amerika Serikat
Elon Musk Akhirnya Memenuhi Undangan Jokowi Untuk Datang ke Indonesia
Resmi Menjadi Pemilik Twitter Elon Musk, Membeli - Nya Dengan Nilai 44 Miliar Dollar AS