LIPUTANBEKASI.COM – Saat ini kondisi ekonomi sedang melemah dimana semua kalangan mengalami dampaknya.
Mulai dari harga kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan, serta melemahnya nilai tukar mata uang yang terjadi di berbagai negara.
Bak efek domino, perusahaan besar melakukan PHK massal yang terjadi dalam waktu dekat ini, mulai dari Facebook yang memberhentikan lebih dari 11.000 pekerjanya.
Disusul Amazon dimana perusahaan melakukan pemberhentian sebanyak tiga persen dari staf perusahaan Amazon, yang dilansir Reuters, Selasa (15/11/2022).
Dalam laman resmi instagram miliknya, Pendiri sekaligus CEO PT Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, buka suara soal keputusan perusahaannya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Ia mengatakan permohonan maafnya atas kegagalan perusahaan mengantisipasi situasi ekonomi yang berkembang cepat.
"Kemarin kami mengumumkan yang harus kami ambil. Dengan berat hati, Ruangguru harus berpisah dengan ratusan anggota tim terbaiknya melalui pemutusan hubungan kerja," tuturnya, Sabtu, 19 November 2022. Pesan itu juga ditulis bersama dengan Iman Usman, selaku co-founder Ruangguru.
Belva sendiri mengatakan, bahwa pekerja yang terkena imbas dari PHK akan mendapatkan pesangon, penghargaan masa kerja, serta penggantian hak pekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Selain itu, pekerja yang terdampak juga mendapatkan perpanjangan asuransi dan gaji di bulan terakhir bekerja secara penuh.
Ruangguru dengan sangat terpaksa melakukan pengurangan karyawannya karena perusahaan terimbas memburuknya ekonomi global.
Baca Juga: Ampuh, Sakit Gigi Langsung Reda, Ini Dia Obatnya !
Indikator pelemahan ekonomi terlihat dari tingginya nilai inflasi dan kenaikan suku bunga yang membuat investasi dunia ambruk, menurut Belva menjelaskan .
Situasi tersebut terjadi saat Ruangguru terlanjur sudah merekrut pegawai dalam jumlah cukup banyak dan terlalu cepat dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.