Liputanbekasi – Sebelum melakukan proses perancangan iklan diperlukannya riset terlebh dahulu. Riset kuantitatif merupakan sebuah riset yang dilakukan untuk mendeskripsikan masalah yang ada dan nanti akhirnya dapat digeneralisasikan.
Riset kuantitatif merupakan riset keseluruhan, tapi dalam proses riset kuantitatif ini periset ata yang melakukan riset harus membatasi variabel atau konsep yang di riset agar dapat lebih terstruktur.
Dalam konsep apapun periset harus bersifat objektif agar tidak menimbulkan penilaian subjektif dari periset. Setelah melakukan riset semua data yang diambil harus di analisis terlebih dahulu dan diuji statistik.
Dalam riset kuantitatif jika periset menemukan data yang tidak mendukung dengan teori atau hipotesis yang ada maka periset harus menguji data variabel yang telah didapatkan tersebut dengan alat ukur dengan desain yang objektif.
Berikut beberapa metode pendekatan riset kuantitatif
Metode Survei
Merupakan metode pendekatan riset kuantitatif yang sering menggunakan kuesioner untuk instrumennya. Metode ini digunakan untuk mengetahui hasil jumlah data dari responden suatu populasi tertentu agar iklan yang akan dibuat sesuai dengan target market.
Metode ini terbagi menjadi dua yaitu survei eksplanatif dan survei deskriptif, berdasarkan analisis survei jumlah variabel yang di teliti, maka metode survei ini berubah atau berkembang menjadi metode wawancara. Metode wawancara dilakuakn tidak terlalu mendetail hanya perlu beberapa pertanyaan singkat dan terstruktur karena digunakan untuk memperkuat jawaban dari kuesioner yang telah disebarkan ke responden.
Survei Eksplanatif
Digunakan untuk mengentahui pengaruh terhadap sesuatu yang terjadi dengan maksud menanyakan alasan dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Survei eksplanatif ini terbagi menjadi dua yaitu
Komparatif dengan memebandingkan dua variabel sejenis
Asosiatif dengan menjelaskan hubungan variabel
Survei Deskriptif
Untuk menggambarkan suatu populasi yang sedang di riset tentang perilaku responden. Pada survei deskriptif ini hanya terdiri satu variabel dengan mengetahui perilaku sosiodemografis dari segi pendidikan, jenis kelamin, usia, penghasilan, status dan masih banyak lagi.
Dalam metode riset kuantitatif yaitu dengan kuesioner bertujuan untuk mengetahui data dari sudut pandang reponden yang dimana responden tidak akan merasa tersinggung atau pun malu jika diberikan pertanyaan.
Riset kuantitatif dengan kuesioner terbagi menjadi menjadi dua yaitu
Kuesioner Terbuka adalah dalam memberikan pertanyaan kepada responden periset tidak memberikan point-point jawaban dimana jawaban dari kuesioner langsung dari respondennya, agar iklan yang akan dibuat nantinya sesuai dengan keinginan target market yang dituju.
Kuesioner Tertutup adalah dalam memberikan pertanyaan kepada responden periset sudah memberikan point-point jawaban yang harus dijawab oleh reponden, biasanya untuk tingkat penilaian kepentingan target market yang dituju.
Metode Analisis Isi Data
Merupakan metode pendekatan untuk menganalisis komunikasi secara sistematifk, kuantitatif dan objektif. Periset di haruskan bersiat objektif.
Dan untuk komunikasi tersirat baiknya menggunakan riset analisis kualitatif. Data yang sudah diambil diharuskan dikuantitatifkan ke bentuk angka.
Metode Eksperimen
Merupakan metode pendekatan untuk meneliti hubungan sebab akibat dengan mengubah variabel dan membandingkan hasil yang sudah didapat dengan variabel yang tidak dirubah. Dalam pendekatan ini periset biasanya mengambil data dari responden acak lalu dibagi menjadi dua kelompok kontrol dan eksperimen.
Kemudian kedua kelompok distimulus dengan dua atau lebih variabel yang beda, lalu diberikan posttest agar terlihat perubahannya.
Jadi dalam melakukan pendekatan riset kuantitatif pada iklan seharusnya periset harus melakukan beberapa metode yang sudah dijelaskan agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan target market yang dituju.