LIPUTAN BEKASI – Anak-anak dan perempuan adalah sasaran yang paling rawan menjadi korban terjadinya kekerasan seksual maupun pelecehan seksual yang terjadi akhir-akhir ini.
Banyak kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual yang terjadi pada anak dan perempuan menjadi perhatian khusus setiap orang.
Baru-baru ini publik digegerkan dengan kematian misterius seorang perempuan yang bernama Novia Widyasari Rahayu asal Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Singapura Kontra Indonesia, Semifinal Piala AFF Suzuki Cup 2020
Belakangan diketahui bahwa Novia Widyasari Rahayu diperkosa dan dipaksa untuk menggugurkan kandungannya (baca kasus Novia Widyasari, Red.) oleh seorang oknum kepolisian yang bernama Randy Bagus Hari Sasongko.
Berselang beberapa hari kemudian di bulan yang sama, publik kembali digegerkan dengan aksi seorang pengasuh Pondok Pesantren di Bandung, Jawa Barat yang memperkosa 12 santriwatinya, bahkan 9 di antaranya mengandung dan memiliki anak.
Herri Wirawan yang menjadi pelaku pemerkosaan terhadap 12 santriwati tersebut kemudian dikenakan pasal berlapis (baca kasus Herri Wirawan, Red.).
Baca Juga: Fuji dan Thariq Halilintar Kepergok Gandengan di Bandara, Atta Halilintar Buka Suara
Jika dilihat dari kedua kasus tersebut, pelaku kejahatan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan tidak ada kata “aman” untuk hal semacam ini.
Berikut adalah 5 tips untuk mengedukasi anak agar kita dapat mencegah kekerasan seksual serta pelecehan seksual pada anak yang dikutip dari Twitter Humas Polda Jabar.
1. Bicarakan tentang Bagian Tubuh Sejak Dini
Ajarkan kepada anak tentang bagian-bagian tubuh secara jelas dan tidak berbelit-belit, katakan sesuai nama dan istilah yang sesuai agar anak dapat memahaminya.
2. Kenalkan Batas-Batas Tubuh Pada Anak