ekonomi

Cripto Mundur, Uang Rupiah Digital Siap Meluncur

Rabu, 7 Desember 2022 | 14:52 WIB
foto Perry Gubernur BI dalam acara membahas rupiah digital (https://images.app.goo.gl/4MimSaseXstpQkqN7)

LIPUTANBEKASI.COM - Masyarakat kini sudah tidak asing lagi dengan transaksi non cash di era digital saat ini. Transformasi digital sebagai digitalisasi sistem pembayaran saja nggak lagi dipandang cukup untuk memenuhi perkembangan zaman karena dunia di satu sisi sudah Gandrung dengan mata uang cripto dan Teknologi block change.

Nah, dalam beberapa waktu kedepan Bank Indonesia akan meluncurkan rupiah digital yang menjadi jawaban untuk menjembatani kebutuhan publik untuk bertransaksi.

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI menjelaskan bahwa, rupiah digital sama saja dengan uang rupiah fisik pada umumnya yang berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, namun yang berbeda hanya benatuknya saja, rupiah digital berbentuk digital sedangkan rupiah pada umumnya berbentuk uang kertas atau uang logam.

" Rupiah digital prinsipnya sama dengan alat pembayaran yang biasa.Tapi bedanya yang ini dalam bentuknya uang kertas yang rupiah digital itu bentuknya digital," ujar Perry Warjiyo dalam acara BIRAMA di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Baca Juga: 5 Fakta Unik Hewan Unggas, Nomor 5 Akhirnya Tahu Cara Melatihnya!

BI turut beberkan beberapa perbedaan antara uang rupiah digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) dengan uang cripto.

Perbedaan rupiah digital dengan uang cripto atau cryptocurrency adalah rupiah digital merupakan mata uang digital satu-satunya yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Sedangkan cripto tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran, namun hanya bisa sebagai aset saja.

" Rupiah digital bakal jadi satu-satunya alat pembayaran sah digital di Indonesia, yang lain-lainnya tidak sah," Ujar Perry

BI turut menerbitan buku sebagai informasi terkait rupiah digital, yaitu white paper. Merupakan langkah awal dalam Proyek Garuda, yaitu proyek yang menyajikan berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur. Proyek Garuda ini akan diimplementasikan dalam tiga tahap.

Baca Juga: Ledakan Bom Bunuh Diri di Astana Anyar Bandung

Dimulai dari wholesale CBDC atau rupiah digital untuk penerbitan, pemusnahan, dan transfer antar bank. Kemudian diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada integrasi wholesale rupiah digital dengan ritel digital rupiah secara end to end. Rupiah digital ini juga disinyalir akan dikolaborasikan secara nasional maupun internasional.

"Pada hari ini, kami luncurkan white paper digital rupiah yang kami namakan Proyek Garuda," ujar Perry saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Tags

Terkini