• Minggu, 27 November 2022

Bukti Larang Adalah Perintah, Seorang Ucapkan Jangan Hack Data-Data Penting.

- Kamis, 29 September 2022 | 15:11 WIB
Bukti Larang Adalah Perintah, Seorang Ucapkan Jangan Hack Data-Data Penting. Dan Akhirnya Munculah Teror dari Hacker Bjorka Sumber foto : Twitter
Bukti Larang Adalah Perintah, Seorang Ucapkan Jangan Hack Data-Data Penting. Dan Akhirnya Munculah Teror dari Hacker Bjorka Sumber foto : Twitter
LIPUTANBEKASI.COM –   Salah satu acara yang di pimpin oleh Najwa Sihab yang di hadiri oleh influencer Indonesia yaitu Andovi Da Lopez dan Kak Jo, dimana mereka berbincang-bincang mengenai salah satu berita yang menghebohkan Indonesia saat ini.
 
Mengenai serangan teror yang dilakukan oleh Hacker Bjorka dalam beberapa waktu ini.
 
Dalam acara bincang-bincang tersebut Andovi Da Lopez berkata dengan tegas yaitu “Tolong para hacker kalau bisa jangan hack atau jangan menyerang” 
Menurut Andovi Da Lopez itu merupakan permintaan paling bodoh yang pernah dia dengar seumur hidupnya, karena menurutnya permintaan tersebut tidak pantas di berikan kepada seorang hacker.
 
Dalam acara tersebut Andovi Da Lopez  juga berkata bahwa jika kalian yang meminta hacker atau berkata kepada hacker jangan menyerang, pastinya hal tersebut akan menggundang seorang Hacker untuk semakin bersemangat melakukan hal tersebut.
 
 
Dan dalam acara bincang-bincang tersebut Ka Jo menambahkan “Semakin menantang” Ucapnya dalam acara tersebut.
 
Tak hanya Andovi dan Ka Jo, Najwa Sihab juga berkomentar dalam acara tersebut “menurutku ini memang mengjengkelkan banget sih. terutama kalau kita lihat bagaimana respons aparat negara atas kasus ini” Ucap Najwa Sihab
Najwa Sihab juga menambahkan dalam komentarnya “Bukanya sat set ngurusin, Kan harusnya kalau gini sat set ngurusin dong. Eh malah dibilang suruh jaga NIK sendiri. Gimana caranya coba jaga NIK sendiri?”
 
Menurut Najwa Sihab hal tersebut tidaklah masuk akal karena saat ini jika akan mendaftar SIM card pastinya kita akan kasih nomor NIK dan setelah nomor NIK itu bocor dan tersebar dimana-mana pemerintah berkata bahwa NIK harus di jaga sendiri.
 
“Enggak masuk akal” Balas Ka Jo saat acara bincang-bincang tersebut.
Tambah Najwa Sihab “harus sering-sering ganti kata sandi”. Hal tersebut membuat Najwa Sihab terheran-heran akan pemerintahan, karena menurutnya itu merupakan permintaan yang sangat basi yang di perintahkan oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat di Indonesia.
 
Karen semua perintah seperti harus menjadi NIK sampai dengan harus sering-sering ganti kata sandi dari pemerintah bukanlah inti dari persoalan dari awal munculnya Hacker Bjorka di Indonesia.
 
Menurut Najwa Sihab, Andovi dan Ka Jo inti persoalan kenapa data-data penting dapat tersebar dan bocor karena berawal dari yang menjaga data tersebut.
 
Apakah data tersebut dijaga dengan baik oleh pemerintah?
“Bagaimana data kita itu enggak ada perlindungan dari negara sama sekali” tambah Najwa Sihab dengan tegas.***

Editor: Guritna Wijaya

Sumber: Mata Najwa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingin Jadi Penulis? Ini Skill yang Harus Kamu kuasai!

Minggu, 27 November 2022 | 16:53 WIB

Mantan Paranormal Nyentrik Ki Joko Bodo Meninggal Dunia

Selasa, 22 November 2022 | 16:20 WIB
X