• Sabtu, 23 Oktober 2021

Hanya Di NTB Ikan Paus Bisa Naik Sepeda Motor

- Senin, 13 September 2021 | 13:30 WIB
Dua orang Pria Membawa seekor Paus Kepala Melon (viva.co.id)
Dua orang Pria Membawa seekor Paus Kepala Melon (viva.co.id)


LIPUTANBEKASI.COM - Baru-baru ini viral diberitakan dibeberapa media sosial sebuah video tentang ikan paus yang dibawa menggunakan motor oleh dua orang pria.

Menurut informasi Ikan paaus itu sebelumnya terdampar di batas Kota Bima Nusa Tenggara Barat pada jumat 10 September 2021.

Dalam Video yang diunggah di laman facebook oleh akun bernama wawan Setiawan itu terlihat ikan tersebut merupakan jenis ikan paus kepala melon atau Peponocephala electra.

Sebagaimana diberitakan dalam laman viva.co.id pada senin 13 September 2021 peristiwa tersebut memunculkan beberapa fakta :

Baca Juga: Kelompok Hacker Mustang Panda Diduga Sukses Retas Situs BIN, Simak Sepak Terjang Kelompok Tersebut

1. Dibawa pakai motor

Dalam video tersebut, tampak seekor paus yang sudah mati diangkut menggunakan sepeda motor oleh dua orang pria. Situasi di sekitar lokasi yang dekat dengan laut itu tampak ramai, di mana banyak warga berkumpul untuk melihat paus yang dibawa itu.

Pemilik akun Instagram bernama @mbojoinside yang mengunggah ulang video berdurasi 20 detik tersebut dari Facebook memohon kepada Bupati, Pemda, dan Aparatur Daerah Kota Bima untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Menurut penelusuran polisi, paus tersebut ternyata ditemukan di perairan pantai Nu’i Panda, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Video Viral Terserah Diperpanjang Sampai Kapan, Maaf Kami Terobos, Pemuda Terang-terangan Lawan Kebijakan PPKM

2. Paus tersebut merupakan satwa yang dilindungi

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hewan yang ditemukan tersebut merupakan Paus Kepala Melon, yakni salah satu jenis satwa yang dilindungi. Pihak KKP mengaku sangat menyesalkan tindakan warga yang membawa dan memotong paus tersebut.

Asisten Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Sebab, warga yang menyalahgunakan biota yang dilindungi bisa mendapatkan ancaman berat.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta Kepmen KP Nomor 79/KEPMEN-KP/2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut.

Baca Juga: Tak Henti Dicaci Maki Satu Negara Saipul Jamil Heran, Indah Sari: dimana salahnya?

3. Sempat dilepaskan kembali ke laut

Sebelum dibawa menggunakan sepeda motor, seorang warga mengaku bahwa mereka sempat membantu paus kepala melon tersebut agar bisa kembali ke laut lepas. Hanya saja, paus tersebut sudah dalam kondisi lemas dan terluka di bagian perut.

Karenanya, paus tersebut kembali terdampar dan tidak dapat kembali ke laut. Hal itu lah yang membuat warga akhirnya mengangkut paus itu dan membawanya ke perkampungan.

4. Dibagi dan dikonsumsi warga

Lantaran tidak dapat dikembalikan ke laut, warga kemudian membawa paus kepala melon itu ke perkampungan Nu’i untuk kemudian memotong dagingnya dan membagikannya ke warga sekitar Desa Panda untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Minta Maaf, Satu Keluarga Tewas di Tumpukan Baju

Menurut keterangan warga, mereka tidak mengetahui bahwa paus tersebut merupakan jenis satwa yang dilindungi. Setelah kejadian viral paus kepala melon tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB bersama pihak kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar bahwa ikan tersebut merupakan satwa yang dilindungi, sehingga harus dikubur jika ditemukan mati.***(Ardela Nabila/viva)

Halaman:

Editor: Putra Alviandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Link Twibbon Hari Santri Nasional Indonesia 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:11 WIB

Viral, Bocah SMP Miliki Nama Unik Di Sumsel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:55 WIB
X