gaya-hidup

Sejarah Sabun Mandi, Pernah Berasal dari Campuran Urin Manusia?

Senin, 9 Januari 2023 | 18:33 WIB
Sabun Mandi (Sumber: Quora)

LIPUTANBEKASI.COM - Pernahkah terbayang olehmu dari manakah asal-usul terciptanya sebuah sabun mandi? Ternyata begini sejarah terciptanya sabun mandi.

Sabun yang sering digunakan untuk mandi (sabun mandi) ternyata sudah dibuat sejak beribu tahun silam.

Sebagai pemakai sabun mandi untuk kebutuhan membersihkan tubuh setiap harinya, akan lebih baik jika kita tahu sejarah pembuatannya juga. Yuk, disimak!

Baca Juga: Qash adalah raja Nissan Qashqai buatan Inggris yang menjadi best-seller

Berdasarkan ukiran yang terdapat di bejana gerabah peninggalan Babilonia, bahan-bahan yang terkandung dalam sabun diduga telah dimanfaatkan sejak 2.800 SM. 

Dalam Papirus Eber, dokumen kesehatan Mesir Kuno tahun 1.500 SM, masyarakat Mesir Kuno menggunakan kombinasi minyak hewani atau nabati. 

Kombinasi minyak atau nabati tersebut dipadukan dengan garam alkali.

Baca Juga: Qash adalah raja Nissan Qashqai buatan Inggris yang menjadi best-seller

Proses tersebut dikenal dengan istilah saponifikasi untuk menyembuhkan penyakit kulit dan membersihkan badan.

Istilah saponifikasi diambil dari bahasa latin “sapo” yang artinya soap atau sabun.

Sapo merupakan nama sebuah gunung ada juga yang menyebutnya bukit dalam legenda Romawi Kuno. 

Baca Juga: Qash adalah raja Nissan Qashqai buatan Inggris yang menjadi best-seller

Dalam legenda Romawi Kuno tersebut biasanya menjadi tempat pemotongan hewan kurban dalam upacara. 

Ketika hujan, sisa-sisa lemak hewan itu bercampur abu kayu pembakaran dan mengalir ke Sungai Tiber di bawah gunung. 

Tak diduga, saat masyarakat sekitar sungai mencuci, mereka mendapati air mengeluarkan busa dan pakaian mereka menjadi lebih bersih.

Baca Juga: Qash adalah raja Nissan Qashqai buatan Inggris yang menjadi best-seller

Pada abad ke-1 masyarakat Romawi Kuno melakukan saponifikasi dengan cara mereaksikan Amonium Karbonat.

Amonium Karbonat ini diambil dari air seni (urine) dengan minyak tumbuhan dan lemak hewan. 

Ada pekerja khusus yang mengumpulkan air seni (fullones) untuk dijual ke para pembuat sabun. 

Tapi baru pada abad ke-2 dokter Galen (130-200 SM) menyebutkan penggunaan sabun untuk membersihkan tubuh.***

 

Tags

Terkini