gaya-hidup

Berpura-pura Tersenyum Membuat Kamu Merasa Lebih Bahagia, Berikut Penjelasan Para Ahli

Senin, 24 Oktober 2022 | 13:03 WIB
Berpura-pura tersenyum membuat kamu merasa lebih bahagia Sumber foto : Shutterstock.com
LIPUTANBEKASI.COM - Palsukan senyuman memaksa pipi membentuk seringai membuat kita lebih bahagia.
 
Saat Anda merasa sedikit sedih, seringai mungkin menjadi hal terakhir yang ada di pikiran Anda seperti yang dikutip melalui dailymail.co.uk, Minggu, 23 Oktober 2022.
 
Tapi bisakah berpura-pura tersenyum benar-benar membuat Anda merasa lebih baik?
 
Pertanyaan tersebut telah menjadi bagian dari perdebatan lama di antara para peneliti psikologi tentang apakah menarik ekspresi wajah dapat memengaruhi emosi kita ? 
 
Sebuah gagasan yang dikenal sebagai hipotesis umpan balik wajah.
 
Sekarang, penelitian baru telah menemukan bukti kuat.
 
Baca Juga: Wajib Ketahui Kode-kode Produk Makanan dan Minuman Non-halal
 
Sebuah tim peneliti global, yang dipimpin oleh seorang ilmuwan dari Stanford University di California, mengumpulkan data dari 3.878 peserta dari 19 negara.
 
Sepertiga peserta diarahkan untuk memegang pena di mulut mereka,
 
Sepertiga diminta untuk meniru ekspresi wajah yang terlihat di foto aktor tersenyum, 
 
Dan sepertiga terakhir diberi instruksi untuk menggerakkan sudut bibir mereka ke arah telinga mereka dan mengangkat pipi mereka. 
 
Hanya menggunakan otot-otot di wajah mereka.
 
Di setiap kelompok, separuh peserta melakukan tugas sambil melihat gambar ceria anak anjing, anak kucing, bunga, dan kembang api, dan separuh lainnya hanya melihat layar kosong.
 
Mereka juga melihat jenis gambar yang sama saat diarahkan untuk menggunakan ekspresi wajah yang netral.
 
Baca Juga: Sinopsis Film Netflix '20th Century Girl' Lengkap dengan Link Nonton Sub Indo
 
Untuk menyamarkan tujuan percobaan, para peneliti mencampurkan beberapa tugas fisik kecil lainnya dan meminta peserta untuk memecahkan masalah matematika sederhana.
 
Setelah tugas selesai, peserta menilai seberapa bahagia yang mereka rasakan.
 
Analisis data mengungkapkan peningkatan kebahagiaan yang nyata dari peserta yang meniru foto-foto tersenyum atau menarik mulut mereka ke telinga mereka.
 
Walaupun efeknya relatif kecil, hal itu mirip dengan peningkatan kebahagiaan yang dirasakan partisipan saat melihat gambar ceria dengan ekspresi netral.
 
"Namun, tidak ada perubahan suasana hati yang kuat pada peserta yang menggunakan teknik pen-in-mouth, mungkin karena mereka tidak benar-benar menciptakan ekspresi yang sangat mirip dengan tersenyum," kata para peneliti.
 
Nicholas Coles berkata: ''Kami sering mengalami emosi sehingga kami lupa untuk mengagumi betapa luar biasanya kemampuan ini"
 
"Tetapi tanpa emosi, tidak ada rasa sakit atau kesenangan, tidak ada penderitaan atau kebahagiaan, dan tidak ada tragedi dan kemuliaan dalam kondisi manusia".
 
Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Terbaik untuk Pelari
 
"Penelitian ini memberi tahu kita sesuatu yang sangat penting tentang bagaimana pengalaman emosional bekerja".
 
"Senyum yang terbentang bisa membuat orang merasa senang dan alis yang berkerut bisa membuat orang merasa marah, dengan demikian, pengalaman sadar emosi setidaknya harus didasarkan pada sensasi tubuh." 
 
"Data dari 3.878 peserta yang mencakup 19 negara menunjukkan bahwa mimikri wajah dan tindakan wajah sukarela dapat memperkuat dan memulai perasaan bahagia."
 
Para peneliti dari Ulster University menemukan bahwa menyeringai dapat mengurangi upaya yang dirasakan seorang atlet, atau seberapa keras mereka merasa bekerja, membuat olahraga lebih mudah bagi mereka. 
 
Pelari menggunakan energi 2,8 persen lebih sedikit saat tersenyum dibandingkan dengan cemberut.
 
Studi tersebut menemukan bahwa tersenyum dapat membantu pelari rileks dan mengurangi ketegangan otot, membuat aktivitas menjadi lebih mudah. 
 
Faktanya, para peneliti mengatakan banyak atlet top, termasuk peraih medali emas maraton Olimpiade Eliud Kipchoge, tersenyum untuk meningkatkan kinerja mereka. 
 

Tags

Terkini