gaya-hidup

5 Puisi Ibu yang Sangat Menyentuh Karya Sastrawan Indonesia

Rabu, 22 Desember 2021 | 08:00 WIB
Foto Ibu dan anak sebagai ilustrasi Hari Ibu (Pixels/Daria Obymaha)

LIPUTAN BEKASI – Dalam rangka memperingati hari ibu yang biasa dirayakan setiap tanggal 22 Desember, tentunya kita ingin memanjakan sosok ibu dengan berbagai cara.

Memberikan hadiah berupa kado juga merupakan cara untuk membahagiakan sosok ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang

Selain hadiah berupa materi, menyanjung ibu dengan sebuah puisi adalah cara yang sangat menarik.

Berikut adalah 5 puisi ibu yang sangat menyentuh karya sastrawan-sastrawan Indonesia yang sudah malang melintang di dunia seni.

Baca Juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Rumah Tangganya Diisukan Retak, Setelah Tertangkap Dalam Kasus Narkoba

1. IBU
Karya D. Zawawi Imron

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
Hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
Bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Ibu adalah gua pertapaanku
Dan ibulah yang meletakkan aku di sini
Saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
Ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi
Aku mengangguk meskipun kurang mengerti
Bila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh
Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
Lantaran aku tahu
Engkau ibu dan aku anakmu
Bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
Ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
Sesekali datang padaku
Menyuruhku menulis langit biru
Dengan sajakku

Baca Juga: Vaksinasi Anak-anak Usia 6-11 Tahun di Kabupaten Bekasi dimulai dari Kecamatan Sukatani

2. IBU
Karya: A. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Ibu, Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu sekian lama
Kaulah kawah,
Darimana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi, yang tergelar lembut bagiku melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku siang dan malam
Mata air yang tak brenti mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain
Berenang dan menyelam
Kaulah, ibu, laut dan langit
Yang menjaga lurus horisonku
Kaulah, ibu, mentari dan rembulan
Yang mengawal perjalananku
Mencari jejak surga di telapak kakimu
(Tuhan, aku bersaksi
Ibuku telah melaksanakan amanat-Mu
Menyampaikan kasih sayang-Mu
Maka kasihilah ibuku
Seperti Engkau mengasihi kekasih-kekasihmu
Amin)

Baca Juga: Tampil di X Factor Indonesia, Gan Gan Wigandi Curi Perhatian Juri dan Netizen

3. SAJAK IBU
Karya Wiji Thukul

Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
Tetapi menangis ketika aku susah
Ibu tak bisa memejamkan mata
Bila adikku tak bisa tidur karena lapar
Ibu akan marah besar
Bila kami merebut jatah makan
Yang bukan hak kami
Ibuku memberi pelajaran keadilan
Dengan kasih sayang
Ketabahan ibuku
Mengubah rasa sayur murah
Jadi sedap
Ibu menangis ketika aku mendapat susah
Ibu menangis ketika aku bahagia
Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
Ibu menangis ketika adikku keluar penjara
Ibu adalah hati yang rela menerima
Selalu disakiti oleh anak-anaknya
Penuh maaf dan ampun
Kasih sayang ibu
Adalah kilau sinar kegaiban Tuhan
Membangkitkan haru insan
Dengan kebajikan
Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan

Baca Juga: Persikasi Kabupaten Bekasi Lolos ke Semi Final Liga 3, Otomatis Tembus Liga 2

Halaman:

Tags

Terkini