Apa Definisi Puasa dalam Agama Islam? Apa yang Dapat Membatalkan Puasa dan Bagaimana Cara Menggantinya?

- Selasa, 21 Maret 2023 | 07:30 WIB
Seorang muslim yang sedang berdoa.
Seorang muslim yang sedang berdoa.

 
LIPUTAN BEKASI - PUASA dalam agama Islam didefinisikan sebagai menahan diri dari segala bentuk makanan, minuman, dan aktivitas seksual mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengasah kemampuan untuk mengendalikan nafsu, dan membiasakan diri dengan kesederhanaan serta kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung. 
 
Puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan wajib dilakukan oleh umat Islam yang sudah baligh dan sehat secara fisik dan mental, kecuali bagi mereka yang memiliki keadaan khusus seperti sakit, hamil, menyusui, atau dalam perjalanan jauh. Puasa dilakukan selama bulan Ramadan yang jatuh pada bulan kesembilan dalam kalender Islam, namun juga dapat dilakukan secara sunnah pada bulan-bulan lain di luar Ramadan.
 
Puasa dapat dibatalkan jika seseorang sengaja melakukan tindakan yang menghilangkan keadaan puasa, seperti:
 
1. Makan, minum, atau merokok secara sengaja.
2. Berhubungan seksual secara sengaja.
3. Keluarnya sperma secara sengaja, baik melalui masturbasi atau hubungan seksual.
4. Darah haid atau nifas pada wanita.
 
Namun, dalam beberapa kasus, puasa juga dapat dibatalkan karena alasan medis yang serius.
 
Jika puasa telah dibatalkan, maka harus diganti di lain waktu. Cara menggantinya adalah dengan berpuasa penuh pada hari-hari lain di luar bulan Ramadan. Jumlah hari yang harus diganti harus sama dengan jumlah hari yang telah dibatalkan. Puasa pengganti harus dilakukan dengan niat yang sama seperti puasa yang telah dibatalkan, dan harus dilakukan secepat mungkin setelah puasa yang dibatalkan.
 
 
Selain menggantinya, dalam beberapa kasus, orang yang telah membatalkan puasanya secara sengaja juga harus membayar kafarat, yaitu memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa selama 60 hari berturut-turut jika tidak mampu memberi makan 60 orang miskin.
 
Jika seseorang tidak dapat mengganti puasa karena alasan kesehatan atau usia yang tidak memungkinkan, maka ia dapat membayar fidyah. Fidyah adalah membayar makanan untuk orang miskin sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilakukan.
 
Namun demikian, lebih baik untuk mempertahankan niat dan tekad dalam melaksanakan puasa, serta menghindari tindakan yang dapat membatalkan puasa. Hal ini akan membantu seseorang dalam memperoleh manfaat dan keberkahan dari ibadah puasa.***

Editor: Andini P.

Sumber: YouTube/@hubun9933

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adab Murid Terhadap Guru di Era Digital

Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:44 WIB

Amalan-amalan Pemancing Rezeki

Rabu, 10 Mei 2023 | 11:48 WIB

konsep surga dan neraka dalam Islam

Sabtu, 6 Mei 2023 | 09:09 WIB

Habbatussauda, kecil, hitam berkhasiat

Sabtu, 6 Mei 2023 | 06:58 WIB

Cara Dakwah Nabi Muhammad kepada Anak-anak

Sabtu, 6 Mei 2023 | 06:43 WIB

Satir Gus Dur dan Ceritanya

Sabtu, 6 Mei 2023 | 06:39 WIB

Terpopuler

X